Wapres Harapkan Perpustakaan Jemput Bola

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) meminta agar Perpustakaan Nasional dapat melakukan aksi jemput bola untuk meningkatkan minat baca masyarakat.  Apalagi di era digitalisasi ini, perpustakaan telah banyak mengalami perubahan.

"Membaca itu bukan hanya membaca buku, tapi membaca di internet. Dunia sekarang berubah dalam hal kecepatan, karena kecepatan ilmu tidak bisa dipisahkan dengan digitalisasi," demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla dalam pembukaan Rapat Kerja Perpustakaan Nasional, di Jakarta,Senin (26/3).

Selain itu, kata Wapres Perpustakaan Nasional harus menangkap peluang untuk mengembangkan sistem dengan kecepatan digitalisasi. Melalui sistem tersebut, diharapkan perpustakaan bisa mendekatkan diri kepada masyarakat dari tingkat pedesaan hingga perkotaan. Sehingga perpustakaan tidak hanya sekadar menunggu pengunjung untuk datang, melainkan melakukan aksi jemput bola kepada masyarakat agar mau datang ke perpustakaan dan membaca buku.

"Perpustakaanlah yang bergerak, bukan masyarakat yang bergerak, itulah cara dewasa ini jadi bukan hanya menunggu tapi bagaimana menawarkan (kepada masyarakat) untuk membaca buku tersebut," kata Wapres.

"Kami mengusulkan agar perpustakaan bisa menjalin kerja sama dengan sistem transportasi online seperti GoJek untuk mengembangkan sistem layanan antarpinjam buku. Menurut Jusuf Kalla, kemudahan layanan ini cukup bagus mengingat telah terjadi pola perubahan sistem di masyarakat."

"Bagaimana mendekatinya dengan sistem, bisa juga perpustakaan kerja sama 

Jusuf Kalla juga mengusulkan agar perpustakaan bisa mendekati pusat-pusat keramaian masyarakat, misalnya di pusat perbelanjaan atau mal. Tak dipungkiri, untuk membuka gerai perpustakaan di mal memang membutuhkan biaya. Oleh karena itu wakil presiden mendorong agar perpustakaan bisa bekerja sama dengan pengusaha melalui mekanisme CSR perusahaan.

"Misalnya sebagai sumbangsih pengusaha, CSR perusahaan kepada masyarakat, (perpustakaan) minta pinjam tempat untuk menyediakan buku di mall," ujar Jusuf Kalla.

Juga harus meningkatkan sosialisasi secara luas kepada masyarakat. Sebab, keberhasilan perpustakaan bukan hanya dinilai dari banyaknya buku yang dibaca namun bagaimana kehadiran perpustakaan dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan generasi muda.

Penelitian Perpustakaan Nasional pada 2017, menunjukkan bahwa kegemaran membaca masyarakat Indonesia masih harus ditingkatkan. Data menunjukan bahwa frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata tiga hingga empat kaIi per minggu dengan lama waktu membaca per hari rata-rata hanya 30-59 menit. Sementara jumlah buku yang ditamatkan per tahun rata-rata hanya lima hingga sembilan buku. (Ati)

BERITA REKOMENDASI