Wapres JK :Program KB Masih Diperlukan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) masih diperlukan. Sebab sudah mulai banyak industri yang menerapkan teknologi robotik dan automasi dalam memproduksi barang, dibandingkan tenaga manusia.

"Teknologi akan mengganti sebagian orang lebih sedikit. Kalau dulu satu industri 1.000 buruhnya sekarang dibutuhkan 200-300 orang untuk meng-operate automation," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (25/2).

JK menjelaskan, KB bukan hanya dibutuhkan di zaman baby boomer, yakni era 1946-1964 pasca-Perang Dunia II. Di mana saat itu terjadi ketakutan bahwa setiap kelahiran bayi akan menambah kemiskinan. "Karena memang teori sehingga kenapa dulu kita utamakan KB (karena) ketakutan bahwa bagaimana lapangan kerja, bagaimana membagi kue kemakmuran apabila yang membaginya terlalu banyak?" ujarnya.

Teknologi, teknologi juga akan mempengaruhi bidang pertanian, di masa yang akan datang JK memprediksi penurunan jumlah petani akibat mekanisasi di lahan pertanian. 

Dia juga menyoroti masih besarnya minat masyarakat di daerah yang mayoritas petani yang besar untuk masuk ke sektor industri. Sebab, pendapatan bekerja di industri lebih besar. "Berhasil pertanian, atau tidak berhasil akan terjadi urbanisasi, karena pendapatan petani itu dibandingkan dengan industri, jauh lebih baik. Kalau petani tidak berhasil maka pendapatan turun, maka masyarakat akan ke kota, untuk mencari rezeki kota untuk industri," ujar JK. (Ati)

BERITA REKOMENDASI