Warga Mambalan Bergotong-royong Bersihkan Reruntuhan

Editor: Ivan Aditya

LOMBOK, KRJOGJA.com – Warga Mambalan, Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, ramai-ramai bergotong-royong, membangun membersihkan reruntuhan. Dengan bantuan 15 artco dan peralatan pertukangan, seperti linggis, cangkul dan sekop serta hammer, mereka membongkar bangunan yang rusak, menghancurkan bongkahan dan mengangkut bongkahan tersebut ke tempat kumpul material bongkahan.

Sebagai wujud ungkapan terima kasih mereka, perwakilan warga Mambalan membuat video tentang begitu berharganya bantuan peralatan pertukangan dari Pembaca KR. Lewat peralatan pertukangan itu, mereka berusaha untuk membangun kembali semangat setelah rumah mereka hancur terkena gempa.

“Terima kasih kepada Pembaca SKH Kedaulatan Rakyat. Semoga sumbangan ini bisa bermanfaat bagi desa kami,” ungkap 5 warga Desa Mambalan sambil memegang artco yang mereka rakit sendiri.

Dalam video yang mereka buat tersebut, menceritakan proses perakitan artco yang baru saja mereka terima. Setelah terakit dengan baik, arcto yang bertuliskan ‘Sumbangan Pembaca Kedaulatan Rakyat’ tersebut dimanfaatkan untuk gotong-royong mengangkut bongkahan bangunan yang sudah mereka hancurkan. Tampak sesepuh desa mengatur para pemuda  yang mengankut bongkahan, untuk ditaruh di tempat yang ditunjuk.

Tampak latar belakang bangunan yang hancur serta terpal sebagai berteduh warga. Satu persatu artco mereka jejer. Selain itu, warga secara berurutan membawa bongkahan bangunan untuk dipindah ke tempat lain dengan artco tersebut.

Menurut relawan yang ikut membantu pendistribusian bantuan artco dari pembaca KR, Yusmi Zulfia, daerah mambalan termasuk mengalami kerusakan parah akibat gempa. Karena itu, kehadiran peralatan pertukangan tersebut sangat membantu membangkitkan semangat mereka untuk membangun kembali  tempat tinggal mereka. Hunian sementara tidak bisa dibangun di atas bekas rumah, jika bangunan lama belum diruntuhkan. “Karena itu, bantuan ini sangat membantu,” ujar Yusmi yang aktif menjadi konsultan pemberdayaan desa.

Saat ini yang dibutuhkan warga adalah bagaimana mereka bisa bangkit, untuk kemudian membangun hidup baru dengan tempat tinggal yang lebih aman. Sambil menunggu bantuan resmi dari pemerintah untuk rumah baru, maka warga korban harus  siap dengan kondisi terbaru mereka. (Jon)

BERITA REKOMENDASI