Warga Perlahan Tinggalkan Tempat Pengusian

Editor: Ivan Aditya

SECARA perlahan korban gempa meninggalkan tempat pengisian. Mereka kembali ke tanah yang biasa mereka tinggal. Tenda yg terpasang di tanah lapang, mereka cabuti untuk kemudian dibawa untuk dijadikan lapisan atap.

Dengan menggunakan sisa-sisa kayu, bambu dan bekas terpal warga membangun hunian sementara (huntara) yang sederhana. "Pokoknya bisa untuk berteduh," ungkap warga korban gempa di Desa Medana, Kecamatan Tanjung Lombok Utara, Ifan Tanjung.

Menurut Ifan, pemindahan tempat tinggal sangat terbantu dengan adanya bantuan peralatan pertukangan dari Sumbangan Pembaca KR. Kini meski tidur dibawah huntara, tapi kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Alhamdulillah, bantuan peralatan pertukangan  sangat membantu sekali. Terimakasih atas bantuan nya. Ia sudah mendapat keringanan. Masyarakat terbantu dalam membersihkan reruntuhan bangunan, Sekali lagi  trimakasih atas bantuan yg di berikan," ungkap Ifan.

Ifan yang juga mengelola bank sampah 7.1 skala Richter mengungkapkan, Artco yang diberikan. Juga ikut andil dalam mengembangkan usahanya. Sampah yang.menumpuk cukup banyak dapat segera dikumpulkan untuk kemudian diproses.

Adanya perpindahan tempat tinggal dari lapangan pengungsian ke rumah masing-masing merupakan langkah antisipasi jika musim hujan tiba. "Kami berharap proses pembuatan rumah tetap korban gempa bisa terwujud," ujar Mapala Desa Sokong, Tanjung Lombok Utara, Sutono.

Sejauh ini pihaknya telah mengirimkan data rumah rusak kepada pemerintah. Dengan harapan dapat warga bisa tinggal lebih nyaman. "Sekarang kami baru membentuknkelompok masyarakat (,pokmas)," ujarnya. (Jon)

BERITA REKOMENDASI