Waspada, Makanan Impor Banjiri Indonesia Saat Puasa

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengintensifikan pengawasan produk kedaluwarsa sejak sebulan yang lalu. Hal ini juga dilakukan oleh BPOM di seluruh Indonesia yang telah diberi tahu oleh BPOM pusat melalui surat resmi. 

Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswadi mengatakan makanan impor ilegal dari sebelum puasa 2017 ini meningkat sekira 10% dibanding 2016. "Meningkat impor ilegal dari sekitar Rp82 miliar menjadi Rp89 miliar itu sekitar 10%. Itu biasanya menjelang puasa ada banyak aktivitas impor legal," ungkapnya di Jakarta, Kamis (25/5/2017). 

Dia mengatakan ada berbagai jenis makan ilegal yang tidak terdaftar di BPOM ditemukan di daerah-daerah yang memiliki banyak pantai kecil seperti di Sumatera. Seperti di Pekanbaru yang ditemukan makanan ilegal yakni susu kemasan, minuman kaleng, roti biskuit, dan makanan ringan lainnya. 

"Itu kita temukan di Selat Panjang, Kepulauan Riau, Pekanbaru. Itu barangnya jika dilihat dari kemasan berasal dari Malaysia dan India, tapi kita juga belum tahu secara pasti dari mana, karena bisa saja dipalsukan," jelasnya. 
Selain itu, pihaknya juga menemukan barang ilegal dari produk lokal. Di mana perusahaan tersebut tidak mendaftarkan produk makanannya ke BPOM sehingga sudah dilakukan penindakan. (*)

BERITA REKOMENDASI