Waspadai Efek Gabungan Gelombang Tinggi di Laut Saat Gerhana Bulan

PADA 28 Juli esok, penduduk Indonesia akan disuguhi pemandangan langit malam yang menakjubkan, yakni gerhana Bulan total. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), keseluruhan proses gerhana dapat diamati di Samudra Hindia, Asia Selatan, Asia Tengah, Asia Barat, dan sebagian besar Afrika bagian Timur.

Pun di Australia, Samudra Pasifik bagian Barat, Asia Tenggara, dan Asia bagian Timur pada saat Bulan terbenam. Adapun proses gerhana pada saat Bulan terbit dapat diamati di sebagian Eropa, Afrika bagian Barat, Samudra Atlantik, dan Amerika bagian Selatan.

Sedangkan pengamat yang berada di bagian utara Amerika dan sebagian besar Samudra Pasifik tidak akan dapat mengamati keseluruhan proses gerhana ini.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin dalam keterangannya menuturkan bahwa saat gerhana Bulan mencapai puncaknya, ada dampak yang akan terjadi di permukaan Bumi, di antaranya di laut dan di daratan.

Ia mengimbau agar warga mewaspadai efek gabungan gelombang tinggi di laut dan pasang maksimum saat purnama dan gerhana Bulan.

"Angin dari selatan-tenggara masih cukup kencang, sekitar 30 km/jam (sehingga) menyebabkan gelombang laut (naik) lebih dari 3 meter di Samudera Hindia yang mengarah (ke) pantai selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta pantai barat Sumatera," kata Thomas, Jumat (27/7/2018).(*)

BERITA REKOMENDASI