Wisata Alam Dibuka Bertahap, BSN Dorong SNI 8013:2014

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pada masa pandemi, pariwisata alam menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin melakukan refreshing karena berisiko rendah berdasarkan rekomendasi Satgas Covid-19. Tentu saja hal yang harus dipastikan bahwa di lokasi tempat pengelolaan pariwisata memenuhi persyaratan terutama dalam rangka perlindungan terhadap para pengunjung.

“Badan Standardisasi Nasional (BSN) selain mengutamakan protokol kesehatan juga tetap melakukan diseminasi atau pembinaan untuk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berkaitan dengan terutama pemulihan ekonomi nasional, salah satunya adalah SNI 8013:2014 tentang Pengelolaan Pariwisata Alam,” demikian disampaikan Kepala BSN, Kukuh S. Achmad saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Wisata Curug Cilember, Puncak, Bogor, Sabtu  (19/9/2020).

Melalui penerapan SNI 8013:2014 Pengelolaan Pariwisata Alam, BSN mendorong agar pengelolaan pariwisata alam tetap menerapkan prinsip sustainability atau kesinambungan serta manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Jadi alam tidak dirusak, masyarakat bisa menikmati, tetapi mereka (pengunjung) juga aman di dalam melakukan kegiatan pariwisatanya,” ungkap Kukuh.

Kukuh menambahkan, “Saat ini di Jawa Barat saja terdapat lebih dari 200 kawasan wisata alam yang itu merupakan potensi yang sangat besar dalam konteks pemulihan ekonomi nasional.”

BERITA REKOMENDASI