Wisman Tahun 2022 Ditargetkan 3,6 Juta Orang

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2022 ditargetkan sekitar 1,8-3,6 juta orang Jumlah ini meningkat  dari  tahun 2021 diperkirakan yang mencapai 1,5 juta orang. Sementara bila dibandingkan dengan tahun 2020  target wisman 2022 ini  lebih rendah target tersebut  karena tahun 2020 jumlah wisman mencapai 4,05 juta orang

“Jumlah wisatawan mancanegara ini selalu menjadi angka yang kita kejar, tapi kali ini  kita melihat angka 2020 itu 4 juta orang, sedangkan tahun ini perkiraan 1,5 juta orang dan tahun 2022  satu setengah tahun depan 1,8 sampai 3,6 juta. Target wisman ini  rendah karena adanya covid -19 terutama adanya varian  omicorn,  selain itu  pemerintah menginginkan jumlah wisman yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S, Uno dalam acara jumpa pers akhir tahun 2021, di Jakarta, Senin (27/12/2021).

Sementara untuk wisatawan nusantara (wisnus), pada tahun 2022 diperkirakan mencapai  260 ribu hingga 280 ribu pergerakan. Jumlah ini meningkat dari tahun 2021 yang diperkirakan mencapai 198 ribu hingga 220 ribu kunjungan.

Sementara nilai devisa yang diperoleh di sektor pariwisata, pada tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 0,47-1,7 miliar dolar AS atau meningkat dari tahun 2021 yang diperkirakan  mencapai 0,36-0,37 miliar dolar AS. Perolehan devisa ini lebih rendah dari pencapai tahun 2020 yang mencapai 3,31 miliar dolar AS.

Dijelaskan, untuk nilai ekspor produk ekonomi kreatif, pada tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 21,28 miliar dolar AS atau tahun 2021 yang diperkirakan mencapai 20,58 miliar dolar AS. Serta nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp 1,23  triliun pada tahun 2022, sedangkan tahun 2021 ini diperkirakan mencapai Rp 1,191 triliun.

Sementara untuk jumlah tenaga kerja pariwisata, Sandi mengatakan, pada tahun 2022 ditargetkan mencapai 14,7 juta orang atau meningkat dari tahun 2022 yang diperkirakan mencapai 14,3 juta orang.  Sedangkan  jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif, untuk tahun 2022 ditargetkan mencapai 20,58 juta orang sementara pada tahun 2021 ini diperkirakan hanya mencapai  19,83 juta orang.

“Tahun 2022, ada 400 ribu penambahan jumlah tenaga kerja baru dan di ekonomi kreatif cari 600-700 lapangan kerja ekonomi kreatif yang ditopang oleh sektor sektor unggulan,” tegasnya.

Sementara untuk realisasi investasi pariwisata tahun 2021, Sandi mengatakan, mencapai 1.020,36 juta dolar AS  atau sekitar Rp 14,90btriliun, dengan rincian  dari PMA mencapai 201,42 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,94 triliun serta dari PMDN mencapai 818,94 juta dolar AS atau sekitar Rp 11,96 triliun.

Adapun PMA berasal dari Singapura, Inggris, Perancis, sedangkan jenis usaha yang diminati yakni  hotel berbintang  restoran dan penyediaan makanan keliling, dan penyediaan akomodasi jangka pendek. Sedangkan daerah yang dituju yakni  DKI Jakarta, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan jenis usaha yang diminati PMDN yakni hotel berbintang,  kawasan pariwisata  penyediaan minuman serta daerah yang di tuju yakni Banten, DKI Jakarta dan Jawa Timur. Dikatakan, pada tahun 2022 akan ada beberapa program strategis yang akan dilakukan  antara lain program strategis sumber daya dan kelembagaan, destinasi dan infrastruktur, industri dan investasi untuk pemasaran, produk wisata dan penyelenggara event, ekonomi digital dan produk kreatif.

Sandi juga mengatakan, dalam rangka membangun kepercayaan diri pelaku dan minta serta mendapatkan kepercayaan pasar nusantara dan mancanegara, program strategis pemasaran yang akan dilakukan yakni Indonesia care. Ini akan dj bagi dua yakni  pemasaran pariwisata pemasaran ekonomi kreatif. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI