‘Wiwitan’ Petik Teh Tandai Produktivitas Mitra Kerinci

SOLOK SELATAN, KRJOGJA.com – Ungkapan rasa syukur bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui upacara adat yang sudah menjadi tradisi, seperti yang dilakukan di lingkungan Perkebunan Teh Liki, di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. 

Perkebunan teh BUMN yang dikelola oleh PT Mitra Kerinci, Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) tersebut memiliki tradisi unik yang digelar setiap menjelang awal musim petik teh sebagai penanda dimulainya produksi teh Mitra Kerinci di tahun yang baru.

Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo mengatakan, tradisi ini sekaligus merupakan perwujudan doa dan harapan masyarakat sekitar yang notabene berprofesi sebagai pegawai di perkebunan dan pabrik Mitra Kerinci. “Harapannya agar tahun 2018 kinerja PT Mitra Kerinci semakin lebih baik, itu pasti,” ungkapnya.

Didik mengatakan, Wiwitan Petik juga menjadi penanda dan penyemangat bahwa di tahun 2018 ini Mitra Kerinci siap mengulang bahkan melampaui sukses tahun 2017 yang telah dicapai. Kinerja Mitra Kerinci di tahun 2017 terbilang positif, dengan luas areal tanaman efektif 1.081 ha perusahaan perkebunan yang terletak di Kaki Gunung Kerinci ini mampu memproduksi teh kering sebanyak 3.900 ton atau produktivitas tercapai sebesar 3,9 ton teh kering per ha. 

"Jumlah tersebut di atas rata-rata produktivitas teh kering nasional tahun 2016 sebesar 1,6 ton per ha. Hal tersebut diikuti capaian angka penjualan mendekati Rp70 Miliar."

Didik menjelaskan guna menjaga konsistensi kinerja Mitra Kerinci pada level yang tinggi, perusahaan telah mulai melakukan pemanfaatan sistem teknologi informasi. Sistem yang dinamakan SAUB atau Sistem Analisis Usaha Perblok tersebut resmi diluncurkan bersamaan dengan pelaksanaan Wiwitan Petik. (*).

BERITA REKOMENDASI