WNI Diculik Abu Sayyaf, Pemerintah Salahkan Malaysia

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Luar Negeri RI menyayangkan penculikan nelayan Indonesia oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di perairan Lahad Datu, Sabah, kembali terjadi pada pekan lalu.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar menuturkan penyanderaan yang berulang tampaknya terjadi lantaran koordinasi pihak berwenang Malaysia soal pengamanan di perairan Sabah dan sekitarnya tidak efektif.

Padahal, Indonesia bersama Malaysia dan Filipina telah menyepakati perjanjian trilateral, salah satunya terkait patroli terkoordinasi yakni kerja sama untuk mengamankan wilayah perairan di sekitar Sabah, Sulu, dan utara Sulawesi. Ketiga perairan itu memang terkenal rawan pembajakan dan penyanderaan kapal oleh kelompok bersenjata.

"Betul-betul kami menyesalkan (penyanderaan) ini terjadi berulang-ulang dan kelihatannya kondisi ini karena koordinasi atau keterlibatan pihak berwenang di Malaysia tidak efektif selama ini. Kami berharap hal ini dapat ditingkatkan dalam waktu dekat," kata Mahendra.

Hal itu disampaikan Mahendra menyusul penyanderaan lima nelayan Indonesia yang tengah melaut di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah, Malaysia, pada Kamis (16/01/2020). Kelima WNI itu dilaporkan bernama Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayono (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29) yang bekerja pada perusahaan perikanan berbasis di Sandakan, Malaysia. (*)

BERITA REKOMENDASI