Yaqut Menilai Penting SKB Seragam Agama

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengakui bahwa pihaknya masih banyak menemukan kasus pemaksaan aturan seragam atau atribut sekolah seperti aturan wajib jilbab di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat.

Pernyataan itu disampaikan Yaqut menyusul penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang secara akan mencabut aturan seragam atau atribut dengan kekhususan agama di sekolah dalam 30 hari.

“Data-data yang kita miliki masih banyak sekali sekolah-sekolah yang memperlakukan anak didik dan tenaga pendidikan Islam sebagaimana yang terjadi di Sumatera Barat,” ujar Yaqut.

Yaqut menyebut, aturan pemaksaan penggunaan atribut atau seragam berdasarkan kekhususan agama tersebut pada umumnya bertentangan dengan aturan pemerintah pusat. Atas dasar itulah, katanya, pihaknya kemudian sepakat untuk menerbitkan SKB 3 Menteri yang secara resmi mencabut aturan atribut berdasarkan agama tertentu.

“Masih ada kasus kasus pelarangan dan pemaksaan penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah yang dilakukan pemerintah daerah tidak sesuai dengan regulasi pemerintah,” kata dia.

Yaqut menegaskan semua agama mengajarkan untuk menerima perbedaan dan saling menghormati. Sebaliknya agama mestinya tak menjadi sumber konflik atau justifikasi untuk berbuat tidak adil kepada keyakinan lain.

Oleh sebab itu, lanjutnya, SKB 3 Menteri dinilai penting agar masyarakat dapat mencari titik persamaan dalam perbedaan keyakinan. Menurut Yaqut, salah satu indikator keberhasilan moderasi beragama salah satunya yakni tercipta toleransi. (*)

BERITA REKOMENDASI