Yasonna Angggap Setnov cari Celah

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mempersilakan siapapun memintanya mundur akibat kasus plesiran terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto atau Setnov. Namun, ia menunjuk Novanto sebagai pihak yang mesti bertanggungjawab.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan Yasonna Laoly wajib bertanggung jawab atas kasus pelesiran Setnov itu. Yasonna tak ambil pusing dengan desakan elemen masyarakat sipil tersebut. Ia menyebut Setnov terus mencoba mencari celah. Sementara, pihaknya sudah memiliki prosedur tetap (protap) soal pengawasan terhadap napi itu.

"Boleh aja siapa aja boleh melakukan itu (mendorong mundur menteri). Itu kan ini memang beliau (Setnov) kan mencoba mencari celah, padahal protap sudah ada," kata Yasonna).

Ia mengatakan Novanto sempat mengelabui petugas pengawas sebelum plesiran keluar rumah sakit. Terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto divonis 15 tahun penjara denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan, membayar uang pengganti USD7,3 juta dikurangi Rp5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik.

"Dia suruh bayar bill di bawah dan ketika ditanya [oleh petugas] 'bapak kemana', 'ke bawah, ya udah kamu tunggu aja nanti saya balik', eh ternyata tidak balik," kata Yasonna, menirukan dialog antara Setnov dan petugas pengawas.

Yasonna melanjutkan bahwa petugas yang mengawasi Setnov pun langsung menghubungi petugas Lapas Sukamiskin lainnya untuk melaporkan kejadian tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI