Gadis Ikut Komplotan Maling Motor, Berperan Sebagai Penjual Curian Via Medsos

user
danar 26 Juni 2022, 08:10 WIB
untitled

BANJARNEGARA, KRJOGJA.com - Satreskrim Polres Banjarnegara meringkus 4 komplotan maling sepedamotor. Satu diantara mereka seorang gadis, memiliki peran khusus sebagai marketing atau penjual melalui media sosial. Keempat tersangka pelaku berinisial AC (22), MF(20), TP (20), dan NA (20).

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, penangkapan terhadap para tersangka bermula dari hilangnya sepedamotor Honda CB 150 R nomor polisi R 2536 HW milik korban Mardiyanto, penghuni tempat kos di Desa Kalibenda Banjarnegara pada 8 Mei 2022.

Awalnya, korban yang bekerja di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Raya Kalibenda, sekitar pukul 20.00 memarkir sepedamotor miliknya di halaman rumah kos. Saat korban bangun sekitar pukul 07.00, kendaraan seharga Rp 14 juta itu sudah lenyap. Selanjutnya korban bersama pemilik kos Nur Alamsyah lapor ke Polres Banjarnegara.

"Saat melakukan penyelidikan, tim Resmob Polres Banjarnegara mendapatkan informasi bahwa ada akun media sosial Facebook yang menjual tanki motor Honda CB yang identik dengan milik korban," kata Kapolres dalam konferensi pers, Jumat (24/6/2022). Berbekal informasi itu, tim Resmob mencoba melakukan komunikasi dengan akun yang memosting tanki tersebut dan mengajak bertransaksi.

Setelah ada kesepakatan, transaksi terjadi di wilayah Kecamatan Mandiraja. Dari hasil interogasi petugas saat transaksi, penjual mengaku bernama AC warga Kutabanjarnegara ini telah melakukan pencurian sepeda motor bersama MF warga Singamerta Kecamatan Sigaluh. Keduanya kemudian ditangkap.

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, selanjutnya menangkap tersangkaTP, yang ikut mempereteli sepeda motor tersebut dan menjual komponen barang curian melalui media sosial. Belakangan, polisi juga mendapati seorang wanita NA yang merupakan pacar dari tersangka AC.

Peran NA adalah ikut memosting dan menjual pretelan sepeda motor hasil curian. Kemudian Polisi mengamankan NA di rumah kos di Kelurahan Semarang. "NA juga bekerja di pusat perbelanjaan di Jl Raya Kalibenda yang juga merupakan temat kerja korban," ujar Kapolres pula. NA mengakui ikut membantu menjual komponen sepeda motor hasil curian tersebut.

Menurut Kapolres, berdasarkan pengakuan para tersangka mereka telah melakukan pencurian di tiga lokasi berbeda. Keempat pelaku sudah ditahan dan dijerat Pasal 363 Ayat 3 KUHP dan Pasal 480 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Mad)

Credits

Bagikan