Berpikir Global Kunci Kesuksesan Karangtaruna sebagai Garda terdepan Pembangunan Bangsa

user
tomi 18 Maret 2022, 14:52 WIB
untitled

OGAN KOMIRING ILIR, KRJOGJA.com - Seminar Aktualisasi Nilai Nilai Pancasila di lingkungan Karangtaruna pada hari Rabu 16 Maret 2022 yang dibesut oleh Kedeputian Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Kegiatan ini merupakan wujud usaha nyata pembumian Pancasila kepada salah satu komponen bangsa yang paling penting yaitu pemuda Hal ini disampaikan dalam sambutan Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Ibu Rima Agristina.

Dalam Narasi Pembuka Seminar moderator Andyanto menyatakan bahwa pemuda pada zaman ini sudah berkembang pesat dan tak sadar meninggalkan kultur maka kegiatan seminar ini dipandang sangat diperlukan masyarakat.

Ketua karang Taruna Kabupaten Ogan Komering Ilir Maulidin menyatakan bahwa Pancasila sejak awal merupakan dasar bergerak Karangtaruna. Sudah seharusnya nilai Pancasila tertanam dalam diri kita secara pribadi maupun organisasi karenanya diharapkan peran aktif dari kader karangtaruna untuk tidak hanya memiliki namun menjaga, memelihara dan mengembangkan nilai nilai Pancasila.

"Ogan Komering Ilir merupakan kabupaten yang majemuk dan dalam kemajemukan itu ditemukan rasa keterikatan yang kuat dalam upaya membuat kesejahteraan dan kebersatuan menjadi lebih baik setiap harinya inilah bukti nyata bahwa nilai Pancasila selalu ada dan selalu menjadi dasar dan panglima dalam setiap gerak tidak hanya dalam karangtaruna tetapi juga warga Ogan Komering Ilir secara umum," jelasnya.

Dalam Diskusi yang diselenggarakan di Hotel Cipta, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan ini Sekretaris Daerah H. Husin SPd MM MPd menyatakan bahwa Milenial ditempa dalam era industri dan demokrasi, tehnologi berkembang sangat pesat dan banyak pemikiran maupun ideologi yang berkembang menggempur daei segala arah, banyak Ujian sebagai Bangsa Indonesia yang Memiliki Pancasila terlebih dalam waktu waktu ini , ujian paling nyata yang kita hadapi adalah Covid 19 .

Gangguan gangguan seperti pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan berkegiatan memaksa kita harus beradaptasi dan berusaha lebih dalam mencapai Tujuan, hal ini tentunya akan semakin berat Jika kita tidak memiliki Pancasila. Karena pada saat inilah Nilai nilai yang kita miliki benar benar diuji apakah kita benar benar memiliki dan melaksanakan Pancasila atau tidak. hendaknya Covid tidak hanya membawa kerugian dan kesedihan bagi kita namun juga membawa kesadaran bagi kita untuk bersatu dalam membangun nilai kebersamaan dan gotong royong sebagai bukti nyata bahwa Pancasila adalah perekat bangsa keberadaan badan Ideologi Pancasila.

"Diharapkan tidak hanya menyadarkan kita berpancasila tapi juga Fokus dalam upaya membumikan Pancasila dan benar benar menjiwai serta melaksanakan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari. Pancasila yang kita miliki hendaknya memiliki satu narasi dalam pengamalan sehingga tidak menjadi kebingungan Interpretasi oleh masyarakat di pusat maupun Daerah."

Sementara itu Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam seminar ini menyatakan bahwa Pemuda memiliki modal banyak dalam membumikan Pancasila. Para Pemuda Khususnya Karangtaruna bisa membuat konten secara masif tentang kearifan lokal kita, kita harus bertindak lokal dan berfikir global Karena budaya daerah yang bernafaskan Pancasila dapat mengubah kemunduran kemunduran yang terjadi akibat perkembangan zaman dan Globalisasi menjadi suatu hal yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomis namun juga dapat menjaga jatidiri bangsa.

" Kegagalan kita dalam era globalisasi ini adalah tidak memiliki budaya literasi yang kritis, kita tidak menyeleksi dan menyaring dengan baik informasi yang kita Terima sehingga masyarakat banyak terjebak pada nilai-nilai kebohongan yang berujung pada perpecahan. Karang Taruna harus memiliki Etos Kerja yang baik, melihat lebih luas kesekitar mengenai potensi potensi kedaerahan, dengan potensi tersebut."

Benny menambahkan Karangtaruna harus mampu menjadi komunitas pemutus kata yang mampu menyaring dan mengcounter narasi narasi negatif yang mengancam persatuan bangsa hingga marwah pemuda khususnya Karang taruna sebagai Garda Terdepan dalam menjaga persatuan Bangsa dan Negara dapat terlaksana. (*)

Kredit

Bagikan