Bersama Barang Bukti Sebanyak 6 Kontainer Tersangka Kasus Pabrik Obat Ilegal Diserahkan Kejari Bantul

user
Ary B Prass 19 Januari 2022, 15:17 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul menerima penyerahan tersangka dan barang bukti tahap dua tindak pidana kasus turut serta memproduksi atau sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar atas nama tersangka  LKS, LDS dan WS. Penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut dilaksanakan oleh Tim Jaksa Direktorat Narkotika Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI, terdiri Paris Manulu SH MH, Nur Jamilah SH dan Susilowaty SH,  mengingat kasus tersebut berasal dari Penyidik Mabes Polri. Penyerahan dilaksanakan di Kantor Kejari Bantul, Selasa (18/1/2022) sore diterima Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantul Suwandi SH MHum dan sejumlah jaksa.

Selain diserahkan BAP dan tersangka juga diserahkan barang buktinya sebanyak 6 truk kontainer  yang berisi antara lain 36 unit berbagai jenis mesin. Diantaranya mesin mixer, cetak tablet, mesin packing dan lainnya.

Kajari Bantul memaparkan, kasus tersebut berawal dari pengungkapan dan penggrebegan kasus pengedar dan pabrik obat illegal yang berhasil dilakukan  oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di wilayah Kasihan Bantul DIY pada 21 September 2021. Pabrik tersebut memproduksi berbagai macam obat keras yang mestinya dilarang beredar. Seperti Trihex, DMP, Double L, Irgaphan 20 Mg dan Hexymer.

"Beberapa jenis obat tersebut jika dikonsumsi orang mempunyai efek depresi, sulit berkonsentrasi, mudah marah dan gangguan koordinasi, seperti kesulitan berjalan atau berbicara, kejang-kejang serta halusinasi ," ungkap Suwandi.

Ditambahkan, pabrik obat keras yang berhasil digrebeg oleh Mabes Polri tersebut merupakan pabrik obat keras illegal terbesar di Indonesia dengan produksi harian mencapai 1 juta tablet setiap hari.

Pengungkapan pabrik obat keras di Kasihan Bantul tersebut merupakan pengembangan kasus jual beli obat keras yang diungkap di Kawasan Cirebon , Indramayu, , Majalengka, Bekasi Jawa Barat dan Jakarta Timur.

Sedangkan produk tablet yang berhasil diamankan di Kasihan sebanyak 35 juta butir sudah dimusnahkan di Bareskrim Mabes Polri.

Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Bantul, Sulisyadi SH MH menambahkan, terhadap para tersangka kasus tersebut disangkakan melanggar pasal 60 point 10 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 , tentang Cipta Kerja perubahan atas pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo pasal 55 ayat 1 angka (1) KUHP.

Ketiga tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Bantul untuk kemudian segera dilimpahkan ke PN Bantul.

Mengingat perkara tersebut cukup menarik perhatian masyarakat maka Kajari Bantul langsung menunjuk Tim Jaksa Penuntut Umum ,(JPU) terdiri Nur Jamilah SH, Susilowaty SH, Paris Manulu SH MH, Sulisyadi SH MH, M Ali Fikri SH MH dan Irdhani SH.

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Bantul Ahmad Sihabudin SH MH  dan Kepala Rupbasan Kelas II Bantul M Syukron Ansyori AMd IP SH membenarkan pihaknya telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti kasus pabrik obat illegal yang digrebeg di Kasihan dan siap melakukan pengananan.

(Jdm)

Kredit

Bagikan