Besok, Mekanisme Vaksin Booster Bakal Diumumkan

user
danar 11 Januari 2022, 18:30 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) lima produk vaksin Covid-19 yang digunakan sebagai booster atau penguat antibodi.

"Ada lima vaksin yang telah dapatkan EUA melalui proses evaluasi bersama para tim ahli penilai obat atau vaksin dan memenuhi syarat yang ada," kata Kepala BPOM Penny K Lukito di Gedung BPOM, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022).

Kelima produk vaksin booster tersebut meliputi CoronaVac produksi PT Bio Farma, vaksin buatan Pfizer, vaksin AstraZeneca, vaksin Moderna, dan vaksin Zifivax.

Penny menjelaskan, tambahan satu dosis vaksin homolog CoronaVac bisa diberikan pada orang berusia 18 tahun ke atas setelah enam bulan pascavaksinasi primer. "(Hasil uji) imunogenisitas menunjukkan peningkatan titer antibodi netralisasi hingga 21-35 kali setelah 28 hari pemberian vaksin booster CoronaVac pada subjek dewasa," katanya.

Sedangkan kejadian ikutan setelah penggunaan vaksin itu berupa reaksi lokal seperti nyeri dan kemerahan di tempat suntikan.

Menurut Penny, tambahan dosis vaksin Pfizer untuk penguat juga diberikan minimal enam bulan setelah vaksinasi primer pada orang berusia 18 tahun ke atas. Efek penggunaan vaksin dengan platform mRNA itu umumnya bersifat lokal seperti nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, nyeri otot, dan demam.

"(Hasil uji) Imunogenisitas menunjukkan peningkatan titer antibodi netralisasi hingga 3,3 kali setelah satu bulan (pemberian vaksin)," kata Penny.

Dikatakan, vaksin AstraZeneca juga bisa digunakan sebagai penguat. Hasil uji imunogenisitas, penggunaan produk vaksin itu bisa meningkatkan antibodi sekitar 3,5 kali. Sementara vaksin Moderna bisa untuk melengkapi pemberian dua dosis vaksin primer AstraZeneca, Pfizer, dan Johnson and Johnson. Setengah dosis vaksin berplatform mRNA itu bisa diberikan sebagai tambahan setelah vaksinasi primer.

"Moderna menunjukkan imunogenisitas 13 kali setelah pemberian dosis booster dan subjek dewasa 18 tahun ke atas," katanya.

Penny mengatakan, vaksin Zifivax bisa digunakan sebagai penguat heterolog bagi vaksin jenis lain seperti vaksin buatan Sinovac atau Sinopharm dengan interval pemberian enam bulan ke atas. "Zifivax menunjukkan peningkatan titer antibodi netralisasi lebih dari 30 kali," kata Penny.

Menurut Penny, ada 13 produk vaksin Covid-19 yang sudah mendapat EUA di Indonesia. "Saat ini sudah ada 13 vaksin yang dapat EUA di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan respons imun akan menurun di bawah 30 persen setelah enam bulan dari vaksin primer sehingga dibutuhkan booster (penguat)," katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, Presiden Joko Widodo akan mengumumkan mekanisme booster vaksin Covid-19 yang rencananya dilaksanakan Rabu (12/1/2022).

"Vaksin booster akan diumumkan Presiden khusus melalui konferensi pers," kata Budi Gunadi usai rapat terbatas Evaluasi PPKM yang dipimpin Presiden.

Program vaksin Covid-19 dosis ketiga atau vaksinasi booster akan diberikan secara gratis dan berbayar mulai 12 Januari 2022. Mereka yang mendapat vaksin dosis ketiga gratis adalah lansia dan masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Sedangkan kriteria dan syarat penerima vaksin booster yaitu penduduk usia 18 tahun ke atas, telah mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua minimal 6 bulan, tinggal di kabupaten/kota yang telah mencatatkan capaian vaksinasi dosis pertama 70 persen dan 60 persen untuk dosis kedua.

"Termasuk jenis-jenis vaksin yang dipakai, Presiden yang akan menyampaikan," ungkap Budi Gunadi.

Menurut Menkes, Indonesia sudah masuk ke peringkat 4 dunia dari sisi jumlah rakyat yang divaksinasi. "Ada 169 juta rakyat Indonesia yang sudah divaksinasi dosis pertama, melampaui Brazil yang berjumlah 166 juta orang. Kita ada di bawah China 1,2 miliar, India 882 juta dan Amerika Serikat 280 juta," kata Budi. (Ant/Ati)

Kredit

Bagikan