Kiat Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Al-Qur’an Bagi Diri-Sendiri dan Keluarga

user
agus 31 Desember 2021, 12:00 WIB
untitled

Sebagai umat Islam kita tentu sudah sangat memahami bahwa Al-Qur’an mempunyai kedudukan tinggi, bahkan membacanya tergolong ibadah yang utama.

Hal ini berlandaskan pada hadits Rasulullah SAW: “Sebaik-baik ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an” (HR. Al-Baihaqi).

Inilah alasannya kita perlu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an termasuk kepada buah-hati sejak usia dini.

Siapa Itu Pecinta Al-Qur’an?

Sebelum mengulas tentang bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an, kita perlu mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan pecinta Qur’an. Menurut Ustadz Adi Hidayat ada 3 golongan orang yang mencintai Al-Qur’an.

Pertama, adalah orang yang senang membaca Al-Qur’an walaupun belum mempunyai kemampuan untuk menghafalnya secara sempurna. Dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada ayat-ayat Allah SWT, kita dapat memulainya dengan senang dan rajin tadarus Qur’an.

Apalagi saat ini sudah tersedia kemudahan untuk mengaji kapan dan dimanapun, misalnya dengan website Al-Qur’an digital https://www.tafsirweb.com. Situs ini tidak hanya menyediakan bacaan Al-Qur’an dalam tulisan arab dan latin, tetapi juga terjemahan sekaligus tafsirnya dari sumber terpercaya.

Golongan yang kedua adalah mereka yang belum tuntas hafalan Al-Qur’an-nya namun senang mengkaji dan mempraktekkannya. Rasulullah SAW pernah berkata kepada para sahabat bahwa orang yang hebat dan baik di antara kalian adalah yang mampu mengkaji Al-Qur’an dan mengamalkannya.

Selanjutnya golongan yang tertinggi dari para pecinta Al-Qur’an adalah para penghafalnya. Surga adalah jaminan bagi mereka sebagai balasan atas jerih payahnya menghafalkan ayat-ayat Allah di dunia. Rasul Muhammad SAW bersabda:

Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia.

Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR. Abu Daud 1466, Turmudzi 3162 dan dishahihkan al-Albani).

Cara Menumbuhkan Kecintaan Terhadap Al-Qur’an

Dalam salah satu ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat membagikan cara mencintai Al-Qur’an yang bisa jadi pedoman bagi kita.

Memotivasi diri untuk memperdalam ilmu Al-Qur’an

Masih menurut UAH, mustahil kita dapat mencintai sesuatu tanpa motivasi yang kuat, termasuk dalam mencintai Al-Qur’an. Inilah alasannya kita perlu mencari lebih dahulu motivasi terkuat untuk mencintai kitab suci umat Islam ini.

Salah satunya adalah sebagai amalan yang dapat membawa orang tua dan seluruh keluarganya yang beriman masuk ke dalam surga. Janji Allah SWT tersebut tercantum dalam QS. 13. Ar-Ra’d, ayat 23-24

“(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shalih dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;” QS. Ar Ra’d [13]: 23

(sambil mengucapkan),

“Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. QS. Ar Ra’d [13]: 23

Dalam suatu riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Siapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia.

Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Albani).

Jadi keinginan untuk memberikan bakti terbaik bagi orangtua sekaligus keluarga besar bisa memotivasi untuk mencintai dan mendekat kepada Al-Qur’an.

Para ahli Qur’an adalah orang-orang yang baik akhlaknya

Siapa pun yang mempelajari Al-Qur’an dengan benar pasti berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Keinginan tersebut seharusnya juga dapat membangun motivasi untuk menjadi pecinta Al-Qur’an.

Dalam QS. Fatir Ayat 32:

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

Golongan ketiga dalam ayat tersebut adalah para penghafal yang menghafal dengan benar sehingga Al-Qur’an mengubahnya menjadi orang yang lebih baik. Ini karena para ahli Qur’an memberikan input yang baik kepada dirinya berupa firman Allah SWT.

Dengan begitu unsur-unsur yang tidak baik dalam diri akan terusir keluar.

Menjadi pribadi dengan akhlak yang baik akan membuat kita menjadi insan yang beruntung tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Menciptakan lingkungan yang dekat dengan Al-Qur’an

Bagi orang tua jika ingin putra-putrinya menjadi ahli Qur’an, sedini mungkin pastikan untuk menciptakan lingkungan yang dekat dengan Al-Qur’an. Seorang ahli Al-Qur’an sudah pasti akan meraih kesuksesan dunia akhirat.

Buktinya para ilmuwan muslim seperti Ibnu Sina, Bapak Kedokteran, Al Khawarizmi, penemu aljabar, Al-Ghazali, dan Al-Zahrawi, dididik dekat dengan Al-Qur’an sejak kecil. Selain Al-Qur’an sejak usia dini mereka juga telah diajarkan untuk melaksanakan sholat dengan benar.

Dari riset yang pernah digelar, ditemukan fakta bahwa para penghafal Al-Qur’an kecerdasannya meningkat hingga 3 kali lipat.

Jadi untuk para orang tua yang berkeinginan buah hatinya mencapai kualitas tersebut, upayakan untuk menciptakan lingkungan Qur’ani yang kondusif.

Ini misalnya rajin tadarus Al-Qur’an dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperdengarkan murotal sesering mungkin, dan mengajarkan huruf hijaiyah sejak usia dini.

Penutup

Ada 3 cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang merupakan pedoman hidup sekaligus sebagai syafaat di hari kiamat.

Pertama adalah membangun motivasi yang kuat untuk mempelajari Al-Qur'an.

Kedua, menumbuhkan niat untuk menjadi pribadi berakhlak baik sebagai dampak memperdalam pengetahuan mengenai Al-Qur’an.

Selanjutnya yang ketiga, menciptakan lingkungan yang Qur’ani bagi buah hati agar tumbuh dalam suasana yang dekat dengan Al-Qur’an.

Credits

Bagikan