Diduga Terjadi Kasus Pelecehan Seksual dalam Pengurus BEM Unsoed

user
Ary B Prass 10 Desember 2021, 16:37 WIB
untitled

PURWOKERTO, KRJOGJA.com- Kasus dugaan pelecehan seksual  oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah kepada pengurus lain, Jumat (10/12/2021) tengah ditindak lanjuti oleh pihak rektorat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed Dr Kuat Puji Prayitno SH.,M.Hum dalam releassnya Jumat (10/11/2021) menjelaskan pihaknya menyampaikan bahwa perguruan tinggi mempunyai tugas untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. "Kami sangat menyesalkan dan prihatin atas kejadian pelecehan seksual di lingkungan Kampus," kata Kuat.

Menurutnya setelah mendapatkan laporan terkait dengan adanya kasus ini, maka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait yaitu ULPK (Unit Layanan Pengaduan dan Kekerasan) Unsoed dan juga BEM Unsoed karena kasus ini baik pelaku maupun korbannya adalah mahasiswa.

" Saat ini kami sedang menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan pendampingan bagi korban dan memastikan kondisi korban pulih secara psikologis serta kami juga sedang menyelidiki lebih lanjut kejadiannya," ungkapnya.

Kuat menambahkan setelah semua fakta peristiwa tersebut lengkap, maka pihak kampus tentu  akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan fakta yang ada serta tentunya berpedoman juga pada Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi.

Sebelumnya BEM  Unsoed Purwokerto  memberhentikan secara tidak hormat (SP3) kepada salah seorang pengurus karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pengurus lainya.

Dalam pernyataan  dari akun BEM Unsoed @bem_unsoed mereless secara resmi polemik kasus tersebut. Presiden BEM Unsoed, Fakhrul Firdausi membenarkan kasus tersebut ramai menjadi perbincangan diakun twitter @Unsoedfess1963 pada Rabu, 8 Desember 2021, sehingga pihaknya perlu memberikan sikap.

"Kami membenarkan telah terjadi pelecehan seksual oleh salah satu pengurus BEM Unsoed kepada pengurus BEM Unsoed lainnya," kata Fakhrul dalam relessnya.

Dalam poin tersebut, pihak BEM Unsoed telah mengambil tindakan tegas yang sesuai dengan prosedur organisasi maupun penanganan kasus pelecehan seksual. BEM Unsoed telah melindungi korban dan memberhentikan pelaku secara tidak hormat (SP3) sebagai pengurus BEM Unsoed. (Dri)

Kredit

Bagikan