Terlibat Penipuan, Empat Orang Ini Dibekuk Setelah 10 Hari Diburu

user
danar 12 Oktober 2021, 19:10 WIB
untitled

MAGELANG, KRJOGJA.com - Lewat proses penyelidikan sekitar 10 hari lamanya, kasus dugaan pencurian atau penggelapan yang dilakukan 4 warga dari Parepare Sulawesi Selatan, Palu Sulawesi Tengah, Pontianak Kalimantan Barat dan Jakarta berhasil dibekuk tim Sat Reskrim Polres Magelang Kota pimpinan Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Kadek Pande Apridya Wibisana SIK di daerah Garut Jawa Barat.

Hal ini dibenarkan Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin SIK MH lewat Waka Polres Magelang Kota Kompol Supriyadi SH kepada wartawan di Polres Magelang Kota, Selasa (12/10/2021). "Beberapa barang bukti berhasil diamankan, diantaranya sebanyak 143 ATM dari beberapa bank, uang Rp 10.467.000 yang merupakan sisa hasil penipuan, satu lembar uang kertas pecahan Rp 100 ribu beserta 1 bendel potong kertas warna pink yang berada dalam amplop warna coklat maupun lainnya," ujar Waka Polres Magelang Kota didampingi Kasat Reskrim Polres Magelang Kota.

Keempat warga yang dibekuk di daerah Garut Jawa Barat adalah AM (54), II (31), SD (32) dan SS (48). Wakapolres Magelang Kota mengatakan peristiwa ini terjadi di depan Kantor Pos Magelang. Saat itu keempat orang tersebut mendatangi warga yang tinggal di wilayah Kelurahan Wates Kota Magelang yang berusia di atas 70 tahun.

Diantara keempat warga tersebut ada yang mengaku menjadi pendeta, dan mengatakan bermaksud akan membantu sebuah gereja. Ia kemudian mendekati dan meminta tolong warga Kota Magelang untuk titip transfer uang. Bila mau, diiming-imingi akan diberikan imbalan. Mendengar hal ini, warga Wates Kota Magelang tersebut terpedaya. Kartu ATM miliknya diserahkan, lengkap dengan nomor PIN-nya. Kartu ini berisi Rp 38.606.852. Setelah menerima kartu ATM milik warga Wates Kota Magelang, salah satu pelaku segera menerimanya dan dengan cepat menukar dengan kartu ATM yang mirip bentuk dan warnanya, namun sudah tidak berlaku lagi dan tidak ada isinya.

Keempat orang tersebut kemudian pergi, dan uang dalam ATM milik warga Kota Magelang langsung dicairkan, yang uangnya kemudian dibagi berempat. Akibatnya warga Kota Magelang tersebut mengalami kerugian Rp 38.606.852. Salah satu diantara keempat warga tersebut ada yang tidak kuat menahan rasa sedihnya dan merasa bersalah. Warga ini juga teringat keluarganya, khususnya anak dan istrinya, yang berada di luar Jawa. (Tha)

Credits

Bagikan