Batik Identitas Bangsa, Media harus Mengkomunikasikan

user
Ary B Prass 04 Oktober 2021, 20:37 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com- Batik merupakan identitas bangsa Indonesia, yang berasal dari hasil karya perpaduan keahlian dan kreativitas seni manusia.

Demikian  Komite Indonesia Untuk Unesco Arif Rahman dalam webinar

memperingati Hari Batik Nasional, Senin (4/10/2021). Menghadirkan pembicara desainer Afif Syakur, Pemred Kedaulatan Rakyat Octo Lampito, dan Paguyuban Sekar Jagad.

Batik juga menjadi penopang sektor ekonomi yang penting bagi sebagian masyarakat. Selain itu, batik juga diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Budaya tak Benda.

"Dalam hal ini maka pelibatan para generasi muda adalah sebuah kewajiban. Karenanya, kita harus memberdayakan generasi muda dalam mengembangkan nilai warisan budaya ini ke depannya," lanjutnya.

Sementara Octo Lampito mengatakan, peranan media memberikan pengertian mengenai batik tulis,printing.

" Supaya bisa membedakan mana batik adiuluhung ada di sana," ujar Octo.

Persoalan yang kini terjadi banyak yang kemudian beranggapan batik enak dipandang, nyaman dipakai, artinya bergantung pada mode dan jahitan.

Oleh karena itu diperlukan komunikasi antara masyarakat,pembatik dan pemerintah.

"Media harus membantu mengkomunikasikan mulai dari perhatian, minat, hasrat, keputusan, dan kegiatan," jelas Octo.

Dalam kesempatan yang sama Afif Syakur mengatakan, filosofi dan makna di balik setiap motif, warna, dan bahan tetap dipertahankan sebagai akar budaya yang tak boleh luntur.

Anak muda saat ini kembali mempopulerkan batik. Tak sedikit yang beraktivitas sehari-hari mengenakan kain batik. Itu salah satu bentuk cinta generasi muda terhadap warisan bangsa. (Ati)

Credits

Bagikan