Jerat Leher Bayi , Sepasang Muda Mudi Diamankan Polisi

user
Ary B Prass 04 Oktober 2021, 19:47 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com- Gara gara malu melahirian bayi hasil hubungan gelap, Yus (23) bermata gelap. Ia nekad membuang anak darah dagingnya yang baru lahir setelah dibunuh dengan cara dijerat di kamar mandi rumah orang lain kawasan Ringintelu  Kelurahan Kalipancur,Ngaliyan Semarang.

Kenekadan Yus asal Brebes yang kos di Kradenan, Sampangan Semarang segera terbongkar.  Ia malam hari setelah kejadian Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 07.00 ditangkap Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Yus tidak sendirian. Ia ditangkap beserta pacarnya And(22), yang menyuruh memusnahkan bayi hasil hubungan gelap yang tidak dikehendaki.

"Mereka, berdua masih pacaran, tapi melakukan perbuatan terlarang hingga sang perempuan hamil. Bayi di dalam kandungan tidak dikehendaki ibu maupun bapaknya. Yang akhirnya setelah lahir dibunuh dan dibuang", ungkap Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Agus Supriyadi, Senin (4/10/2021).

Menurut Agus  terbongkarnya ulah pasangan sejoli yang sama sama bekerja di salah satu  rumah makan siap saji berawal dengan ditemukan mayat bayi kondisi mengenaskan leher terjerat kain pada Sabtu (2/10/2021) pagi sekitar pukul 07.00 di kawasan Ringintelu, Ngaliyan.

Penemuan mayat  bayi perempuan dalam kondisi mengenaskan menggegerkan warga sekitarnya

Mereka lalu melapor ke polisi untuk tindakan selanjutnya,  Agus menyebutkan dengan adanya informasi itu  pihaknya  menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab tewasnya bayi tanpa nama itu.

Petugas mengumpulkan barang bukti dan keterangan beberapa orang saksi. Dari bukti petunjuk , petugas malam harinya  sekitar pukul 19.30 berhasil menangkap kedua tersangka di rumah kos daerah Kradenan Sampangan.

Menurut Wakasat sesuai pengaku tersangka tega menghabisi anak kandungnya karena malu. Bayi  itu hasil hubungan gelap. Awal mulanya kedua tersangka berpacaran kurang lebih dua tahun. kemudian bulan Januari 2021 kedua tersangka mulai melakukan hubungan badan selayaknya suami istri.

Pada bulan Agustus 2021 tersangka Yus menyampaikan kepada  And jika dia sedang hamil. Karena malu, tersangka And menyarankan kepada kekasihnya  Yus agar menggugurkan kandungannya dan tersangka Yus menyetujuinya.

Kemudian, tersangka And mencari obat penggugur kandungan dengan cara mencari di internet. Ia setelah memperoleh obat penggugur kandungan seharga Rp 500 ribu, lalu  memberikan kepada  Yus.

Tersangka Yus  yang tidak menghendaki bayinya meminum obat tersebut berturut-turut selama tiga hari. Tiap minum empat butir pil.

“Setelah minum obat tersebut, Yus merasa sakit pada bagian perut dan berusaha untuk berobat ke dokter umum. Namun sebelum dilakukan pemeriksaan ke dokter umum, Yus merasa perut terasa sakit. Ia bergegas ke rumah orang lain menumpang ke kamar mandi . Ketika di kamar mandi, ia melahirkan bayi perempuan.

Yus panik, lalu menyambar potongan kain pel. Agar  bayi mungil merah  tidak bersuara terus dijerat dengan potongan kain pel. Kemudian, bayi yang tidak lagi bernafas setelah tali pusar diputus dengan tangan ,lalu dibuang di belakang kamar mandi melalui lubang ventilasi udara toilet.

"Jadi, ketika ditemukan warga, bayi tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa," jelasnya.

Selain mengamankan kedua tersangka, Sat Reskrim Polrestabes Semarang juga mengamankan barang bukti pendukung lainya yaitu tiga botol obat penggugur kandungan, satu strip obat paramex, satu botol minuman bersoda, kain pel dan dua handphone. (Cry)

Credits

Bagikan