PPI Tentang Tawaran Kapolri Kepada 57 Orang Eks Pegawai KPK

user
danar 03 Oktober 2021, 10:30 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pimpinan Nasional (Pimnas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menantang tawaran Kapolri kepada 57 eks pegawai KPK. Demikian disampaikan Pimpinan Nasional (Pimnas)Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Andy Soebjakto,di Jakarta, Minggu (3/10/2021).

"Kita tahu Kapolri menyatakan secara terbuka tawaran untuk menjadi ASN Polri kepada 57 orang eks pegawai KPK yang baru saja diberhentikan secara hormat.

Terkait dengan tawaran tersebut, Pimnas PPI perlu menyampaikan pandangan mengapresiasi inisiatif dan langkah Kapolri tersebut yang dapat dipandang sebagai terobosan solusi terhadap masalah yang berlarut-larut pasca 57 orang pegawai KPK diputuskan tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan kemudian resmi diberhentikan.

Sebagai lembaga yang juga bertugas dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, Polri membutuhkan sumberdaya manusia yang cakap, handal dan berintegritas dalam jumlah yang memadai," ujar Andy.

Tambahan sumberdaya manusia akan sangat bermanfaaat untuk meningkatkan kinerja Polri di dalam menjalankan tugas tersebut.

Sebaiknya 57 orang eks pegawai KPK memandang positif dan berbaik sangka terhadap tawaran Kapolri tersebut. Selanjutnya perlu berkomunikasi secara baik untuk membahas hal-hal secara detil, sehingga dapat dicapai kesepahaman di antara para pihak.

Jika 57 orang tersebut menjadi ASN Polri, justru bermanfaat untuk menghapus stigma bahwa mereka adalah kelompok yang berbahaya terhadap bangsa dan negara. Ini adalah pembersih dari stempel negatif yang tidak semestinya.

Komitmen dan kerja-kerja pemberantasan korupsi tidak hanya bisa dilakukan di lembaga KPK saja, tetapi juga di lembaga-lembaga lain, seperti Polri dan Kejaksaan Agung.

Menjadi ASN di Polri untuk tugas-tugas pemberantasan korupsi tidak kalah mulia dan terhormat dan tetap bisa berkontribusi terhadap kemaslahatan bangsa.

Tawaran Kapolri tersebut justru juga secara potensial bisa meningkatkan kerjasama antara KPK dan Polri di dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi, karena terdapat cukup banyak personal eks pegawai KPK yang kemudian bertugas dan bekerja di institusi Polri.

"Tentu saja tidak boleh ada paksaan dan keterpaksaan terhadap 57 eks pegawai KPK tersebut. Haruslah ada pilihan yang bebas dan merdeka di dalam menyikapi tawaran dari Kapolri tersebut," pungkas Andy. (Ati)

Credits

Bagikan