Waspadai Tindak Kejahatan di Kos-kosan

user
ivan 02 Oktober 2021, 23:08 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Masalah keamanan dan kenyamanan kos-kosan mahasiswa menjadi perhatian khusus jajaran kepolisian, jelang segera digelarnya perkuliahan tatap muka (PTM). Bukan tidak mungkin para pelaku kejahatan akan memanfaatkan situasi, manakala kos-kosan kosong karena ditinggal kuliah. Kewaspadaan harus ditingkatkan, baik oleh para mahasiswa, warga, dan kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Depok Barat, Polres Sleman, Polda DIY AKP Amin Ruwito SE SIK, Sabtu (02/10/2021), terkait seringnya terjadi perkara pencurian di kos-kosan mahasiswa. Dijelaskan, pelaku pencurian, baik pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) acapkali beraksi ketika kos-kosan dalam keadaan sepi. Sebelum beraksi, pelaku pencurian biasanya terlebih dahulu melakukan 'survei' untuk memudahkan aksinya.

Tak sekadar mengincar barang-barang berharga yang ada di dalam kamar kos-kosan (laptop, televisi, dan kamera), pelaku pencurian juga mengincar sepeda motor yang diparkir di halaman kos-kosan. Karena itu, Amin Ruwito meminta para mahasiswa harus terlebih dahulu memastikan masalah keamanan sebelum meninggalkan kos-kosan.

"Khusus sepeda motor hendaknya dipasangi kunci pengaman agar tidak mudah menjadi sasaran pencurian," ungkap Amin Ruwito.

Mengenai langkah-langkah kepolisian untuk meminimalkan tindak kejahatan, Amin Ruwito mengatakan jajaran Polsek Depok Barat setiap hari melakukan patroli keamanan, baik secara terbuka maupun tertutup. Tak hanya itu, Unit Binmas secara rutin memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan cara itu, diharapkan masyarakat memiliki kepedulian untuk menjadi 'polisi' bagi diri sendiri.

Menurut Amin Ruwito, kebersamaan antara masyarakat dengan petugas kepolisian menjadi kunci terciptanya kamtibmas. Karenanya, masyarakat diminta untuk segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui sesuatu yang mencurigalan.

Masyarakat bisa melapor dengan cara langsung datang ke Polsek Depok Barat atau melalui telepon. Seminim apapun laporan dari masyarakat, akan segera ditindaklanjuti petugas kepolisian.

"Segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban harus diantisipasi agar masyarakat bisa menikmati hidup keseharian dengan rasa aman dan nyaman," kata Amin Ruwito.

Ditanya soal kasus yang menonjol di wilayah Depok Barat, Amin Ruwito menyampaikan pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) cukup menonjol. Meski demikian, dari keseluhan laporan yang masuk, lebih dari 50 persen berhasil diungkap. (Hrd)

Credits

Bagikan