Janjikan Keuantungan Besar, Penipu Raup Untung Ratusan Juta Rupiah

user
danar 01 Oktober 2021, 17:10 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Penipuan dengan modus ekspor biji vanila, dilakukan FY (44) pria asal Medan. Dari seorang korbannya bernama Robby (46) asal Banyumas, Jawa Tengah, FY mampu meraup untung hingga Rp 747 juta.

Korban tertarik bisnis tersebut setelah FY menjanjikan keuntungan yang besar, yakni Rp 2 juta perkilogram biji vanila yang diekspor. Kapolsek Depok Barat AKP Amin Ruwito SIK menjelaskan, penipuan berawal saat korban dikenalkan pelaku oleh salah seorang temannya, Juni 2020. Pelaku beberapa kali meminjam uang kepada korban, dengan alasan untuk menjalankan bisnis ekspor biji vanila ke luar negeri.

"Setiap pinjam, pelaku selalu mengembalikan uangnya, bahkan memberikan lebih. Hal itu membuat korban tertarik dengan perusahaan yang dikelola oleh pelaku," ungkap Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Iptu Mateus Wiwit, Jumat (1/10/2021).

Pelaku kemudian mengajak korban bergabung di perusahaan tersebut dengan jabatan sebagai komisaris sekaligus penanam modal. Karena terbujuk iming-iming keuntungan yang besar, sehingga korban setuju. Pada 8 Juni 2021 lalu, korban resmi menjadi komisaris di perusahaan milik pelaku dengan dibuat akta notaris. Sedangkan pelaku, sebagai direktur utama yang bertugas mengelola uang korban dengan perjanjian keuntungan dibagi dua.

Namun setelah korban mengeluarkan uang hingga Rp 747 juta, biji vanila tidak juga diekspor ke Australia, Eropa dan Amerika sesuai janji-janjinya. Setiap kali ditanya terkait aktivitas bisnisnya, pelaku selalu punya alibi sehingga korban curiga dan melapor.

Petugas dipimpin Iptu Mateus Wiwit akhirnya mendapatkan informasi jika pelaku berada di sebuah apartemen di Caturtunggal Depok Sleman. "Setelah dilakukan interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan penipuan dan atau penggelapan. Total Kerugian yang ditanggung korban sebesar Rp 747 juta," tandasnya.

Saat dimintai keterangannya, pelaku mengatakan jika dirinya pernah bekerja di sebuah perusahaan vanila belasan tahun lamanya di Amerika. Kemudian pada 2007, ia dipindahtugaskan oleh kantornya ke Bali, namun ia memilih keluar dan bergabung dengan perusahaan lain di Jakarta. "Pelaku belasan tahun bekerja di perusahaan vanila, sehingga tahu betul seluk beluknya. Ia sudah kami tahan dan dikenakan Pasal 378dan atau 372 KUHP," pungkas Kapolsek.(Ayu)

Credits

Bagikan