Inkanas DIY Tetap Uji Murid di Masa Pandemi, Ini Alasannya

user
agus 11 April 2021, 18:44 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pengda Institut Karatedo Nasional (Inkanas) DIY menggelar ujian kenaikan tingkat untjk 270 murid se-DIY, Minggu (11/4/2021). Pengujian dilaksanakan secara daring untuk meminimalisir penularan Covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi.

Ketua Harian Pengda Inkanas DIY, drh Sonny Handoko mengatakan saat ini terdapat 39 Dojo di lima kabupaten/kota. Namun, dalam ujian kali ini hanya 21 Dojo yang ikut serta dengan peserta mulai sabuk putih hingga coklat 270 orang.

“Memang mungkin belum semua ikut serta dalam ujian kali ini karena memang yang sekolah kan masih libur, akibat pandemi. Namun kami tidak bertumpu pada banyaknya murid, namun bagaimana membentuk kualitas person,” ungkapnya pada KRjogja.com di sela penilaian.

Pengda Inkanas DIY menurut Sonny kini terus berupaya memasyarakatkan olahraga karate hingga masuk ke sekolah-sekolah. Inkanas menurut dia ingij ikut andil membentuk budaya anak muda yang sportif, jujur serta memiliki karakter yang baik.

Di DIY terlebih, beberapa waktu belakangan muncul budaya kekerasan jalanan yang datang dari anak-anak muda. Hal tersebut menjadi keprihatinan Inkanas DIY yang kemudian bergerak nyata turun ke bawah.

“Kami bukan melawan kekerasan dengan kekerasan, namun bagaimana menanamkan nilai dan karakter baik pada anak-anak muda kita. Mudah-mudahan pandemi lekas usai, kami akan laksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan instansi untuk terus memasyarakatkan olahraga karate ini. Kami juga ingin bantu penanganan radikalisme dan kriminalitas termasuk klithih itu,” sambungnya.

Ketua Majelis Sabuk Hitam Pengda Inkanas DIY, FX Supartono Widodo menambahkan dalam karate, pendidikan karakter menjadi fundamental pelatihan. Karate menurut dia ingin menunjukkan bawasanya bela diri bukan hanya perkara hidup dan mati saja, namun tentang bagaimana mengalahkan diri sendiri.

“Tujuan karate itu, bagaimana bisa mengalahkan diri sendiri, menjadi pribadi yang baik dan santun. Kita punya sumpah karate yang isinya bagaimana menjunjung sportivitas, kejujuran, sopan santun dan etika. Ini yang menjadi dasar, bagaimana pembentukan karakter menjadi yang utama, bukan sekedar olahraga dan prestasi saja,” tandas dia.

Dalam pengujian kenaikan tingkat sendiri, para pelatih mengirimkan video tes para murid untuk tiap jenjang sabuk. Data video dari seluruh Dojo di DIY kemudian dikumpulkan dan dinilai langsung oleh para pengurus Inkanas DIY, hari ini.

“Penilaian akan tetap akurat karena file video yang dikirimkan bersifat utuh, tanpa editing. Jadi murid bisa diketahui detail gerakan-gerakannya. Bahkan jika masih ragu, majelis bisa mengulang jadi hasilnya lebih maksimal,” pungkas Supartono. (Fxh)

Credits

Bagikan