BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Rp1,3 M Kepada Tiga Nakes Korban COVID-19

user
agus 01 April 2021, 11:42 WIB
untitled

BEKASI, KRJOGJA.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyerahkan santunan sebesar Rp1,3 miliar kepada tiga ahli waris peserta yang bekerja sebagai tenaga kesehatan (Nakes) dengan profesi dokter dan perawat yang meninggal karena Penyakit Akibat Kerja (PAK) terdampak Covid-19.

"Saya mewakili manajemen BPJAMSOSTEK turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya pahlawan Covid-19. Ketiga mendiang ini merupakan garda terdepan dalam perang melawan Covid-19. Semoga amal ibadah semasa hidupnya diterima dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi keikhlasan,” kata Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo di Bekasi (31/3/2021).

Anggoro sebelumnya menyerahkan santunan kepada tiga ahli waris peserta BPJAMSOSTEK yang terdiri santunan Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Santunan Berkala, Santunan Pemakaman dan Santunan Kematian akibat kecelakaan kerja. Santunan diberikan sesuai masa kerja dan upah yang dilaporkan yakni untuk mendiang Avicena Indraswara menerima total santunan sebesar Rp787 juta dan mendiang Kustinah menerima total santunan Rp277 juta.

Sementara untuk mendiang Eka Nurcahyo menerima santunan Rp245 juta. "Yang kami serahkan santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Ini merupakan bentuk nyata hadirnya BPJS Ketenagakerjaan di saat peserta mengalami risiko di dalam pekerjaannya," jelas Anggoro yang di Walikota Bekasi Rahmat Effendi di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Bekasi Kota.

Anggoro menyebutkan, dirinya mewakili manajemen BPJAMSOSTEK turut berduka cita kepada keluarga korban yang semuanya berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Senada dengan Anggoro disampaikan Rahmat Effendi, selain duka citanya kepada keluarga korban, juga memberika apresiasi atas kinerja dan kepedulian BPJAMSOSTEK.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan sampai dengan Februari 2021 dilaporkan bahwa ada 90 kasus tenaga kerja kesehatan peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal dunia karena terdampak Covid-19, di mana 18 orang di antaranya digolongkan sebagai PAK dengan total manfaat sebesar Rp5,9 miliar.

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh Dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pada Kasus Penyakit Akibat Kerja Karena Covid-19, diterangkan bahwa bagi pekerja peserta program BPJAMSOSTEK jika terpapar disetarakan dengan kecelakaan kerja yang berhak atas perawatan dan pengobatan.

Hadir pada penyerahan santunan adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bekasi, Kamarudin Askar dan Ketua Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Kota Bekasi Mulyoni. Kamarudin berterima kasih kepada BPJAMSOSTEK atas respon yang diberikan kepada anggotanya baik dokter ataupun perawat. Ia berharap ke depan semua tenaga kesehatan turut terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. (Ful)

Credits

Bagikan