Pemerintah Sedang Pastikan Vaksin Covid-19 Aman dan Halal

user
agus 21 Oktober 2020, 10:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan sedang memastikan keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19. Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto, Pemerintah Indonesia telah menjalin komunikasi intens dengan sejumlah produsen vaksin Covid-19 di tiga negara yakni Tiongkok, London dan Swiss. Tim Gabungan Kementerian/Lembaga terkait telah dikirim ke tiga negara tersebut.

"Kemenkes bersama Kementerian BUMN, Kemenko Marinvest, Kemenag, BPOM, MUI, dan Biofarma bertemu beberapa produsen yang sudah selesai melakukan uji klinis fase 3 dan telah digunakan di negaranya. Tujuannya untuk mencari keamanan dan kehalalan bagi penduduk Indonesia," kata Yurianto dalam temu media Update Persiapan Vaksin Covid-19 di Indonesia di Kemenkes, Jakarta, Selasa (20/10).

Dijelaskan, hingga kini tercatat ada 39 kandidat vaksin di seluruh dunia dengan perkembangan pengujian yang berbeda. Ada yang masih tahap uji coba di laboratorium, ada yang telah masuk uji klinis fase 1 maupun 2, kemudian ada juga yang selesai uji klinis fase 3. Dari jumlah yang ada, tentunya yang menjadi kandidat kuat untuk saat ini adalah yang telah menyelesaian uji klinis fase 3 sehingga terjamin keamanannya.

Di Indonesia, Pemerintah telah mengidentifikasi dan menjajaki kerja sama dengan empat produsen vaksin yakni Sinovac, Sinopharm dan CanSino dari Tiongkok, kemudian AstraZeneca dari Inggris. Dari keempat produsen tersebut, seluruhnya telah memberikan komitmen untuk mengirimkan vaksin Covid-19 kepada Indonesia.

Merujuk komitmen perusahaan, Pemerintah mencatat sebanyak 9,1 juta vaksin akan tersedia pada akhir 2020. Sedangkan kepastian waktu ketersediannya, bergantung pada Emergency Use Authorization yang dikeluarkan BPOM serta rekomendasi kehalalan dari MUI dan Kemenag.

"Semuanya direncanakan selesai akhir Oktober, diharapkan awal November dapat kepastian terminologi manfaat dan akibat dari BPOM serta keamanan dari aspek kehalalan dari Kemenag dan MUI," tutur Yuri.

Menurut Wakil Direktur LPPOM MUI Muti Arintawati, sejak awal MUI telah dilibatkan dalam persiapan penggunaan vaksin Covid-19 di Indonesia termasuk Vaksin Merah Putih.

Terkait proses sertifikasi halal vaksin Covid-19, Muti menyebutkan, LPPOM masih menunggu hasil indentifikasi tim yang sedang berada di Tiongkok, untuk selanjutnya menjadi pertimbangan apakah terbukti halal atau tidak.

Di samping menjalin komitmen dengan produsen vaksin dari luar negeri, Indonesia melalui Lembaga Eijkman terus melakukan penelitian dan pengembangan Vaksin Merah Putih. Direncanakan, Kuartal IV-2021 telah selesai melakukan uji klinis fase ketiga. Sehingga pada 2022, Indonesia telah mandiri menggunakan vaksin produksi dalam negeri.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro meminta masyarakat tidak lagi meragukan manfaat vaksin yang akan diberikan Pemerintah. "Vaksin itu sudah melalui tahapan uji klinis yang ketat disertai pengawasan dari lembaga otoritas pemerintah, maupun lembaga internasional yang mengurusi kesehatan," ujarnya bersama Tim Komunikasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. (Ati/Sim)

Kredit

Bagikan