Dirjen Dikti : Indonesia Butuh Talenta Digital di Masa Depan

user
tomi 26 Juli 2020, 10:06 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com -

Indonesia membutuhkan banyak talenta digital di masa depan.

Demikian Dirjen Dikti Nizam,dalam acara menandatangani perjanjian kerja sama dengan Vice President of Public Affairs and Communications Huawei Indonesia Qijian Ken. Penandatanganan ini berlangsung KR secara tatap muka di Gedung D Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (25/7 2020)

Kerjasama ini untuk mengembangkan proses transformasi digital di perguruan tinggi serta meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa di bidang TIK.

Ekonomi digital saat ini menjadi salah satu faktor yang mempegaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan SDM yang berkompeten di bidang TIK demi menjawab kebutuhan di era revolusi industri 4.0.ujar Nizam

"Kebutuhan terhadap talenta-talenta digital sangat tinggi dan sangat dicari oleh perusahaan, sementara SDM kita sendiri belum banyak, sehungga penguatan talenta digital menjadi suatu fokus untuk perngembangan ekonomi kita ke depan," kata Nizam .

Kerja sama yang berlangsung selama dua tahun ini meliputi lima area, yakni pelatihan TIK bagi dosen dan mahasiswa, kompetisi TIK, program magang mahasiswa, penerapan platform e-learning, serta join riset di bidang ICT, cloud computing, big data hingga AI.

Ditjen Dikti menargetkan akan ada 200 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Huawei hingga akhir tahun dan sekitar 800 perguruan tinggi pada tahun ke dua.

Nizam berharap, dengan adanya kerja sama ini dapat mempererat hubungan antara dunia industri dengan perguruan tinggi, sejalan dengan semangat merdeka belajar yang dicanangkan Kemendikbud.

"Hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri di dalam pengembangan ekonomi digital menjadi salah satu fokus yang harus kita dorong bersama-sama. Dengan kolaborasi ini diharapkan hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri bisa lebih baik lagi ke depannya," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President of Public Affairs and Communications Huawei Indonesia Qijian Ken menambahkan, untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai satu dari 10 negara dengan ekonomi terbesar pada 2030 mendatang, dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang TIK yang berkualitas dan berdaya saing global.

"Kami berharap, solusi yang kami hadirkan serta program-progran pelatihan maupun pembinaan yang kami berikan mampu menghasilkan SDM TIK Indonesia yang mampu bersaing secara global," tandasnya(ati)

Credits

Bagikan