Kasus Kematian ABK WNI, China Belum Respons Permintaan Kemlu RI

user
danar 18 Juli 2020, 03:30 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah China sejauh ini belum merespons permintaan Indonesia untuk menghadirkan warganya sebagai saksi di kasus perbudakan kapal yang melibatkan ABK WNI. Saksi itu dipanggil untuk kasus kapal Long Xin 629 yang membuat geger pada Mei lalu.

Kasus itu terjadi di luar perairan Indonesia dan kru kapal sudah keburu berlayar pulang ke China setelah menurunkan para ABK di Korea Selatan.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berkata kementeriannya sudah meminta Kedutaan Besar China di Jakarta menghadirkan saksi. Namun, belum ada respons hingga kini.

"Terkait permintan indonesia untuk menghadirkan saksi warga negara RRT pada kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang di kapal Long Xin 629, pihak Kemlu telah menyampaikan permintaan tersebut secara resmi kepada pihak RRT dan sampai saat ini kami belum menerima respons tersebut," jelas Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, pada Jumat (17/7/2020).

Pada kasus di kapal ikan China lain, Judha menyebut polisi sedang menyelesaikan berkas pada kasus kematian di kapal Lu Huang Yuan Yu 118 untuk selanjutnya disampaikan ke Jaksa Penuntut Umum.

Tertahan di kasus Lu Huang Yuan Yu 118 merupakan seorang warga China yang menjabat sebagai supervisor. Proses otopsi korban meninggal juga sudah selesai.

"Ditemukan beberapa luka di tubuh jenazah," jelas Judha.

Perwakilan China di Indonesia sudah menerima pemberitahuan kekonsuleran terhadap penahanan ini. Alasan penahanan akibat dugaan penganiayaan.

Judha pun berharap pihak China kooperatif dalam kasus ini, sebab ia berkata penelusuran kasus ini penting bagi Indonesia maupun China.(*)

Credits

Bagikan