Lewat Dakwah, MUI-BNPB Edukasi Mitigasi Bencana

user
tomi 13 Juli 2020, 14:08 WIB
untitled

JAKARTA,KRJOGJA.com - Rapat Kerja Tim Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyepakati rencana kerja edukasi dan sosialisasi bencana alam dan non-alam. MUI akan fokus pada mitigasi bencana melalui edukasi dan sosialiasi ke umat Islam.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan perencanaan yang dilakukan melalui raker ini karena MUI menyadari Indonesia begitu berpotensi bencana alam seperti gempa, atau non alam seperti kabut asap, banjir, dan bencana penyakit dan bencana sosial seperti narkoba .

Dari identifikasi dan perencanaan, kata dia, tim dapat menenetapkan sarana dan sumberdaya manusia apa saja yang dibutuhkan dalam menangani bencana. Menetapkan tiap proses atau langkah yang diperlukan dalam menangani bencana. Termasuk strategi khusus dengan kompetensi khusus terhadap kondisi darurat.

“Kita juga menentukan jalinan komunikasi internal dan eksternal dalam menghadapi bencana, agar penanganan bencana dapat dilaksanakan secara efektif, dan dampak buruknya dapat dimitigasi sesegera mungkin,” ujar dia saat menutup Raker Tim Penanggulangan Bencana MUI kerjasama BNPB di Jakarta, Sabtu (11/7) malam).

Buya Zainut mengatakan, menyarakan agar tim bisa melakukan kolaborasi dengan banyak pihak lain terkait strategi penanggulangan bencana. Hal ini didasari pada mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam. Sedangkan peran ulama begitu penting dan masih sangat berpengaruh di tengah masyarakat.

“Suara Ulama yang mampu mensyiar dan berdakwah dengan lembut, dapat mempengaruhi umat serta menjadi wasilah bagi pemerintah dan seluruh elemen lain yang peduli terhadap bagaimana meningkatkan kesadaran umat untuk memitigasi dampak bencana bila terjadi,” ujar dia.

Sementara itu, Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, mengutarakan arah kebijakan MUI dalam mitigasi bencana berpusat pada mempertahankan 5 aspek tujuan syariat (maqashid syariah) yaitu menjaga jiwa, agama, akal, harta, dan nasab. Dua aspek yang pertama yaitu jiwa dan agama adalah domain yang melandasi fatwa-fatwa Covid-19 yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

“MUI tidak hanya untuk menjaga diri, tetapi jangan sampai agama kita terkorbankan, jangan sampai perintah Tuhan tak terlaksanakan, ujar dia.

Dia menambahkan, dalam konteks penanggulangan bencana, arah kebijakan MUI adalah sejalan dengan pemerintah. Dia pun mengajak segenap pihak tidak saling menyalahkan satu sama lain dan bergotong royong menghadapi bencana, terutama Covid-19. (Ati)

Credits

Bagikan