Jalani Rekonstruksi, Tersangka Pembuang Bayi Mengaku Khilaf

user
danar 06 Juli 2020, 15:20 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Dua mahasiswa kedokteran, M (20) dan kekasihnya A (21) warga Semarang, mengaku khilaf saat membuang bayinya. Mereka takut ketahuan orangtua sudah memilik anak, padahal masih kuliah.

Hal itu diungkapkan penasihat hukum keduanya, Ahmad Mustaqim SH di lokasi rekonstruksi sekaligus tempat pembuangan bayi di pinggir jalan raya Dusun Gunungharjo, Prambanan, Senin (6/7/2020). Menurutnya, tidak ada niat kedua tersangka untuk membuang bayi, namun rencananya anak itu akan diserahkan pada kerabatnya di daerah Bantul. Hanya saja saat di lokasi, keduanya cekcok yang berujung ditinggalkan bayi itu ke TKP.

"Mereka cekcok, takut jika orangtua tahu kemudian meninggalkan bayi perempuannya di lokasi," tandasnya.

Dikatakan Mustaqim, ia keberatan dengan pasal yang menjerat kliennya yakni terkait unsur kesengajaan membuang anak biologis mereka. Menurutnya, tidak ada niat kedua tersangka untuk membuang bayi, namun rencananya anak itu akan diserahkan pada kerabatnya di daerah Bantul.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sleman Iptu Bowo Susilo mengatakan, kedua tersangka dikenakan Pasal 76 b Junto 77b UU tentang Perlindungan Anak dan Pasal 308 Subsider 304 dan 305 KUHP ancaman maksimal 5 tahun.

Ia menambahkan, rekonstruksi kemarin ada 21 adegan, dengan dua lokasi yakni di TKP pembuangan bayi dan di kompleks Polres Sleman. Rekonstruksi dimulai saat tersangka M kontraksi kemudian A membawanya ke sebuah rumah sakit di Semarang untuk melahirkan. Pada adegan ke 14, diperagakan saat tersangka A membuang bayinya di pinggir jalan, sedangkan A menunggu di mobil.(Ayu)

Kredit

Bagikan