Lockdown di Spanyol Mulai Dilonggarkan

user
ivan 14 April 2020, 22:11 WIB
untitled

SPANYOL, KRJOGJA.com - Sekitar 300 ribu orang dilaporkan kembali bekerja di Madrid, Spanyol pada Senin (13/4) di tengah keputusan pemerintah untuk memberi kelonggaran penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan infeksi virus corona. Pelonggaran in dilakukan setelah Spanyol mengharuskan warga tinggal di rumah selama dua bulan terakhir.

Juru bicara pemerintah daerah Madrid mengatakan beberapa aturan lockdown telah dilonggarkan. Pekerja, khususnya di sektor konstruksi dan manufaktur yang selama in dikarantina, kini telah diizinkan kembali bekerja.

Namun sejumlah usaha seperti toko, bar, restoran, dan bisnis lain yang dianggap tidak terlalu memegang peranan penting dalam roda perekonomian negara saat ini masih ditutup.

Kendati mulai memberikan kelonggaran, Perdana Menteri Pedro Sanchez sempat mengingatkan masyarakat jika pemerintah akan tetap waspada terhadap potensi pelanggaran. Pencabutan lockdown akan dilakukan secara bertahap hingga semua aktivitas berjalan normal.

"Kita bahkan tidak tahu normalitas seperti apa yang akan dilakukan nanti. Lockdown itu sulit, namun membuka melonggarkan hingga membukanya kembali juga akan sulit," ujar Shancez

Keputusan pelonggaran kebijakan ini memicu kekhawatiran di sejumlah tempat. Serikat Buruh Umum Spanyol (GTU) menyampaikan keprihatinan terhadap keselamatan mereka yang mulai kembali bekerja. Pengusaha diminta bertanggung jawab menyediakan peralatan perlindungan pribadi untuk para karyawan yang sudah mulai kembali bekerja. (*)

Lockdown di Spanyol Mulai Dilonggarkan

Kredit

Bagikan