Harga Masker melonjak drastis, 5 tahun penjara dan denda Rp50 Miliar Menanti

user
tomi 03 Maret 2020, 11:19 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pasca di umumkannya dua Warga negara indonesia yang positif terjangkit virus corono di daerah Depok Jawa barat, menambah daftar negara negara yang warganya terjangkit virus corona.

Akibatnya masyarakat berbondong-bondong mencari masker dan hand sanitizer atau cairan pencuci tangan sehingga harga kedua prodak tersebut semakin meningkat dan stock mulai sulit didapatkan.

Di pasaran Satu box berisi 50 masker biasanya harga normal Rp.20.000 - 50.000 saat ini di banderol Rp.350.000 per box, Sementara hand sanitizer harga normal ukuran 500 mililiter sebelumnya Rp.25.000, di pasaran saat ini dijual dengan harga rata rata Rp.85.000

Mengamati fenomena tersebut, Hamza Akhlis Mukhidin,SSn.SH.MH managing partners kantor hukum Akhlis Mukhidin & Partners menghimbau kepada Aparat penegak hukum dalam hal ini Polri untuk mengawasi bahkan menindak tegas oknum oknum nakal yang secara terselubung menimbun hand sanitizer dan masker.

Menurut Hamza Akhlis, para oknum nakal yang secara terang terangan mengambil keuntungan dengan menimbun barang dapat dijerat Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pasal 107 UU tersebut berbunyi:

"Pelaku Usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat dan/atau terjadi hambatan kelangkaan lalu Barang, lintas gejolak Perdagangan harga, Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)."

Atas dasar itulah Hamza Akhlis menegaskan, pihak kepolisian wajib bergerak cepat menindak oknum oknum nakal penimbun masker dan Hand sanitizer dengan menangkap dan menahan paksa mereka sebagai upaya hukum dan efek jera agar para oknum penimbun prodak tersebut mengurungkan niatnya dalam mencari keuntungan berlebihan yang dapat merugikan pada kepentingan Umum.(*)

Kredit

Bagikan