MendesPDTT : Kampus Merdeka akan Bermanfaat Bagi Warga Desa

user
tomi 02 Februari 2020, 14:05 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kampus Merdeka ala Mendikbud Nadiem MakarimĀ  tak hanya membuat anak cerdas tapi juga bermanfaat bagi warga desa.

Demikian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar ,pada pembukaan kegiatan Kampus Merdeka untuk Desa di Jakarta, Kamis (30/1) malam.

"Program Kampus Merdeka ini tidak hanya membuat anak-anak cerdas, namun juga akan mengangkat perekonomian di desa," ujar Halim .

Permasalahan utama yang ada di desa, setelah masalah infrastruktur selesai, adalah permasalahan sumber daya manusia. Halim memberi contoh, di desa ada gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), namun tidak ada guru yang mengajar.

Begitu juga dengan kepala desa, tidak banyak kepala desa yang mengenyam pendidikan tinggi. Untuk itu perlu upaya peningkatan kapasitas bagi para kepala desa.

Salah satu poin dalam kebijakan Kampus Merdeka adalah magang sukarela mahasiswa hingga tiga semester. Hal itu, lanjut Halim, dapat digunakan untuk meningkatkan sumber daya manusia di desa.

"Ada setidaknya tiga juta mahasiswa semester enam ke atas dan itu jika setidaknya 500 ribu mahasiswa yang turun ke desa, maka dalam waktu tiga tahun permasalahan di desa bisa selesai," terang Halim.

Kemendes PDTT juga menggagas adanya Proyek Desa, yang terdiri dari tiga bagian yakni konsep operasional bagaimana membangun SDM unggul di pedesaan, mentransformasikan ekonomi pedesaan, dan penerapan kebijakan Kampus Merdeka.

"Melalui forum ini, akan dirumuskan bagaimana magang di desa satu semester, dua semester hingga semester." katanya. Dia juga berharap begitu rumusannya selesai, bisa diterapkan pada semester berikutnya.

Kampus Merdeka untuk Desa merupakan program baru Kemendes PDTT kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang baru meluncurkan Kampus Merdeka.

Dalam program tersebut mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah di luar program studi (prodi) seperti pengabdian di desa selama tiga semester.

"Kita kumpulkan PERTIDES ini, kita ajak diskusi selama dua hari, bagaimana implementasi program Kampus Merdeka khususnya project desa di dalam pelaksanaan pembangunan desa," kata Halim .

Melalui program tersebut Kepala Desa yang berprestasi bisa mendapat penghargaan berupa gelar sarjana dari Perguruan Tinggi tertentu.

"Satu priode Kepala Desa itu kan 6 tahun, kalau start masuk Perguruan Tinggi kemudian kinerjanya dikonsultasikan, ada pembimbingan dan dia berprestasi, saya mengusulkan agar diberi apresiasi dalam bentuk wisuda S1," imbuh Menteri Halim.

Selanjutnya Menteri Halim juga mengusulkan kepada Kemendikbud agar pengabdian mahasiswa di desa bisa menjadi pengganti skripsi. Mahasiswa diberi kebebasan memilih skripsi atau pengabdian di sebuah desa sebagai syarat kelulusan.

"Bagaimana kalau tugas akhirnya boleh digantikan dengan pengabdian di desa selama empat bulan, selesai itu kinerjanya diverifikasi kemudian lulus," terangnya.

Sekedar informasi, teknik mengenai Kampus Merdeka untuk Desa tersebut sedang dibahas lebih lanjut oleh para rektor yang tergabung dalam forum PERTIDES.

Menteri Halim berharap dalam dua hari kedepan bisa rampung sehingga segera diterapkan.(ati)

Kredit

Bagikan