Pemerintah Kurangi Risiko Pekerja Migran

user
tomi 29 November 2017, 07:37 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk mengurangi resiko bagi pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan cara meningkatkan aspek perlindungan  serta meningkatkan kompetensi kerja.

"Mengelola migrasi tenaga kerja secara profesional dapat membantu pekerja migran mendapatkan akses pekerjaan yang baik dan memperbaiki perlindungan mereka ketika di luar negeri. Hal ini merupakan kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi," kata Hanif saat menghadiri Seminar Pekerja Global Indonesia: Antara Peluang dan Risiko di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Menurut Hanif dari aspek perlindungan, selama ini pemerintah Indonesia telah membuat berbagai kemajuan dalam sistem migrasi pekerja seperti Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang baru disetujui oleh DPR, Konsensus perlindungan Pekerja Migran ASEAN serta adanya program Desa Migran Produktif di daerah pedesaan.

Namun di sisi lain, kata Hanif, para pekerja migran juga harus ditingkatkan dari segi kompetensinya agar membuat proses migrasi menjadi lebih aman, murah, cepat, dan  bermanfaat. Ia menambahkan, dengan dengan meningkatkan kompetensi pekerja migran menjadi lebih baik maka akses terhadap pekerjaan juga lebih baik.

“Ada beberapa bidang yang selama ini pekerja migran Indonesia kurang, terutama tentang bahasa, computer, dan kompetensi kerja yang harus ditingkatkan,“ kata Hanif. Masyarakat, menurutnya, perlu melihat isu pekerja migran secara objektif. Dari segi angka,  permasalahan-permasalah  yang dihadapi pekerja migran juga menurun. (Ful)

Kredit

Bagikan