Mahfud MD Anggap Regulasi di Indonesia Terlalu Gemuk

user
ivan 11 November 2017, 12:54 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Mahfud MD menilai, bahwa produk regulasi di Indonesia belum tertata dengan baik. Sehingga menjadi terlalu banyak dan tidak efisien.

"Regulasi di Indonesia terlalu gemuk, sehingga tumpang tindih dan menimbulkan benturan. Ini jadi mempersulit upaya percepatan pembangunan dan ekonomi," ujar Mahfud dalam Konferensi Nasional Hukum Tata Negara Keempat di Jember, Jawa Timur, Sabtu (11/11/2017).

Mahfud mengatakan, satu kementerian atau lembaga kadang saling melempar tanggung jawab atau bahkan berebut tanggung jawab, akibat regulasi yang tumpang tindih ini. Hal tersebut seringkali menyulitkan pemerintah dan masyarakat.

Mahfud memberikan contoh permasalahan dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang kadang melampaui tujuh hari. "Presiden Joko Widodo meminta dwelling time paling lama empat hari, tapi sampai sekarang belum bisa dilaksanakan karena tiap departemen punya kebijakan masing-masing," ujarnya.

Satu barang, sambung Maffud, di pelabuhan dapat diperiksa oleh dua hingga tiga departemen, dan tidak menutup kemungkinan tiap departemen memiliki kebijakan yang berbeda. (*)

Kredit

Bagikan