Menhan Restui Pembelian Senjata BIN

user
ivan 27 September 2017, 07:15 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut izin penggunaan semua senjata berada di tangan kementeriannya. Termasuk pengadaan 521 pucuk senjata untuk keperluan Badan Intelijen Negara (BIN) yang sudah diberi lampu hijau.

Ryamizard mengatakan, isu pembelian 5.000 senjata api oleh institusi di luar TNI yang menyedot perhatian saat ini tidak benar. Yang ada adalah pembelian 521 pucuk senjata api dan 72.750 butir peluru oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Pembelian ratusan senjata itu telah disetujui sejak Mei 2017.

“Bukan 5.000, (tapi) 500 (pucuk senjata api) kok. Ini pembelian dari BIN sudah ada sejak lama dan jelas pengajuannya,” ucap Ryamizard.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menduga ada salah informasi yang diterima Gatot hingga membuat miskomunikasi. Ia pun meminta informasi soal ini di antara aparat Pemerintah diluruskan. Jika polemik ini diteruskan, akan ada pihak lain yang memancing di air keruh.

Izin dari Kemenhan terhadap senjata BIN tersebut terkait peraturan dalam Undang-undang 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan bahwa semua penggunaan senjata api mesti atas persetujuan Menhan. (*)

Kredit

Bagikan