Asyik Jualan Pil Koplo, Ban Bon Diringkus

user
tomi 19 April 2017, 18:09 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Warga Manggung, Cangakan, Karanganyar Kota, Arifin Setiawan alias Ban Bon (21) mereguk keuntungan menggiurkan dari hasil menjual ribuan butir pil hexymer trihexyphenidyl atau pil koplo. Bisnis penjualan obat keras itu dikukut aparat Polsek Karanganyar Kota lantaran ilegal dan merugikan kesehatan.

"Konsumsinya menimbulkan efek halusinasi. Mirip dengan psikotropika, misalnya sabu-sabu. Pelaku menyasar penjualannya ke kalangan remaja," kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan dalam gelar barang bukti peredaran ilegal obat keras di Mapolres, Rabu (19/4).

Tersangka digerebek polisi di rumahnya pada Sabtu (15/04/2017). Turut diamankan 38 plastik klip masing-masing berisi 10 butir pil koplo berlogo ‘mf’, 603 butir lagi di luar kemasan klip, sebuah piring plastik, tiga toples bekas kemasan hexymer trihexyphenidyl dan sebuah ponsel. Aneka barang bukti itu merupakan modal tersangka menjual pil koplo secara eceran.

Lima bulan lalu, Dia coba membeli jenis obat penenang untuk penyakit parkinson itu dari penyedia barang di Makassar via online. Supaya lolos dari pemeriksaan, paket itu disamarkan registrasi makanan ringan. Sampai di tangan tersangka, satu toples berisi seribu butir pil koplo dijual eceran 10 butir per plastik Rp 25 ribu-Rp 30 ribu. Sampai sekarang, tersangka yang kesehariannya bekerja di persewaan play station itu berhasil menjual enam toples pil koplo.

“Penyidik berkoordinasi ke BPPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) terkait obat termasuk jenis G atau obat keras ini. Obat-obatan ini harus menggunakan resep dokter alias tidak bisa dijual bebas,” katanya. (R-10)

Kredit

Bagikan