Menikmati Air Bersih dari Dana Desa

user
tomi 09 Februari 2017, 20:27 WIB
untitled


 Flores Timur (KRjogja.com) -  Dana desa secara bertahap telah membangun desa tertinggal. Krisis air bersih yang terjadi di Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, kini teratasi dengan adanya pipanisasi dari dana desa. Masyarakat tak lagi kesulitan air bersih.  

 

"Dengan adanya dana desa masyarakat senang karena ada air bersih. Masyarakat sangat membutuhkan itu. Saat ini baru satu jalur. Ke depan direncanakan untuk dialirkan ke rumah-rumah warga," ungkap Kepala Desa Wailolong, Yoseph Pehan Hurint, saat ditemui di Desa Wailolong, Kamis (09/02/2017).

 

Yosep menambahkan, anggaran dana desa 2016 lalu digunakan untuk membangun pipanisasi jaringan air bersih dengan biaya sebesar Rp 150 juta. Pipa ini dibangun sepanjang 5.000 meter dari pusat mata air. Selain itu, warga juga memanfaatkan dana desa untuk membangun parit sepanjang 540 meter dengan anggaran Rp 80 juta. Pengerjaannya pun dilakukan secara swadaya.

 

"Setelah ada dana desa, pada prinsipnya kita merencanakan sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Yoseph.

 

Yoseph juga membanggakan adanya balai rakyat yang dibangun dengan dana desa. Tidak hanya menjadi ruang pertemuan, balai rakyat juga kerap digunakan sebagai Posyandu, Polindes, tempat penyuluhan, hingga aktivitas lainnya. Menteri Eko yang langsung meninjau pemanfaatan di Desa Wailolong pun menyarankan agar balai rakyat juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi warga.

 

"Balai desa bisa jadi rumah sehat. Tidak hanya itu, dengan adanya proyektor, warga bisa nonton di balai rakyat. Lalu ibu-ibu bisa jualan di sekitar sini. Ekonomi bergerak, kas desa bertambah. Presiden peduli daerah tertinggal," ujar Menteri Eko.

 

Sementara itu, saat berdialog dengan para Kepala Desa se-Kabupaten Flores Timur, Mendes PDTT Eko Sandjojo menekankan agar para kepala desa berinovasi dalam mengatasi hambatan pembangunan yang ada. Kemajuan desa tidak boleh berhenti.

 

"Memang Flores Timur keadaannya masih susah tapi jangan dijadikan hambatan. Dibutuhkan pahlawan-pahlawan seperti bapak-bapak untuk mengolah dan menggali potensi di daerahnya masing-masing," ujar Menteri Eko di Kantor Bupati Flores Timur, Kamis (9/2).

 

Menteri Eko pun mengajak para kepala desa untuk membangun embung air. Menurutnya, embung akan menjawab permasalahan air bersih yang dihadapi di Flores Timur. Pembuatan embung, lanjut Menteri Eko, bisa dialokasikan dari dana desa sekitar Rp 200-500 juta. (*)

Kredit

Bagikan