Kasus Santri Tewas, Pengurus Ponpes Beri Klarifikasi

user
ivan 14 Januari 2017, 18:18 WIB
untitled

KENDAL (KRjogja.com) - Pihak pengurus Pondok Modern Selamat yang selama kejadian bungkam, akhirnya buka suara terkait insiden yang menewaskan Dimas Khilmi (17) santri di Asrama. Tiga pengurus pondok modern yaitu Kepala Sekolah,  Koordinator SDM dan guru menunjukan tempat kejadian perkara penganiayaan di Asrama Putra Blok I 458.

"Dalam kamar ini terjadi perkelahian terjadi dan disini korban meninggal," ujar Alif Setiawan koordinator SDM pesantren sembari menunjukkan kamar yang terkunci, Sabtu (14/01/2017).

Saat kejadian korban mendatangi kamar pelaku,saat itu penghuni kamar tengah siap-siap tidur. "Kejadiannya begitu cepat, kata santri yang sekamar dengan pelaku, kami tidak tau pasti kejadiannya, kami mengetahui kondisi Dimas sudah tidak sadar," lanjut Alif.

Pengurus mengaku tidak mengetahui korban dan pelaku MA (16) cekcok. "Saya tidak tahu bagaimana kondisi Dimas saat itu sebab, anak-anak sudah menggotong Dimas ke unit kesehatan sekolah," paparnya.

Karena, tidak sadar, pihak pondok melarikan Dimas ke rumah sakit RSUD Soewondo Kendal yang berjarak 3,5 Km dari Pondok. Sementara, Kepala Sekolah SMA Pondok Pesantren Modern Selamat, Ari Isnaini mengatakan, motif yang menyebabkan perkelahian karena permasalahan kedisiplinan.

Korban mendatangi pelaku di kamar karena tidak terima MA lolos dari sanksi sekolah, padahal empat teman Dimas yang melanggar menerima sangsi. "Dimas tidak terima MA yang saat itu bersama empat temannya merokok, namun yang menerima sangsi empat temannya sedang MA tidak," jelas Ari.

Diakuinya walaupun tidak ada kamera CCTV di lingkungan ponpes, Ari mengklaim bahwa, keamanan asrama sudah ketat dengan adanya jam malam yang melarang santri ke luar kamar di atas pukul 22.00 WIB. Ditambahkan, tiap satu jam, petugas keamanan selalu berkeliling asrama tiap satu jam.

Ari mengatakan, dengan adanya peristiwa tersebut pihaknya akan memperketat lagi jam malam, serta menugaskan penjaga keamanan untuk mengecek asrama tiap setengah jam. (Ung)

Kredit

Bagikan