Kemenaker Buka Pelayanan Satu Atap di Perbatasan

user
ivan 13 September 2016, 16:55 WIB
untitled

JAKARTA (KRjogja.com) - Upaya mencegah membanjirnya tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dan perdagangan manusia terus dilakukan. Hal itu antara lain dilakukan dengan membangun pelayanan satu atap di perbatasan guna memberikan pelayanan cepat, murah, transparan, dan jujur kepada TKI.

"Pelayanan Satu Atap TKI merupakan tekad Menteri Ketenagakerjaan sebagaimana disarankan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pak Menaker Hanif sejak awal bertekad melakukan pelayanan yang cepat, murah, transparan, dan jujur kepada TKI,” kata Koordinator Pelayanan Satu Atap TKI Kementerian Ketenagakerjaan, Reyna Usman, Selasa (13/09/2016).

Pelayanan satu atap dibangun di Kalimantan Barat di Entikong yang berbatasan dengan Malaysia, di Tanjung Pinang Kepulauan Riau, dan di Pulau Sumba, Pulau Flores, dan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Reyna, Entikong dan Tanjung Pinang dipilih sebagai pusat Pelayanan Satu Atap TKI karena dua kota itu merupakan pintu masuk dan keluarnya TKI ke Malaysia terutama TKI ilegal. Sedangkan NTT dipilih karena provinsi yang rawan dengan perdagangan manusia yang berkedok pengiriman TKI.

Menurut Reyna, Gubernur Kalimantan Barat dan Gubernur Kepulauan Riau sudah menerbitkan Peraturan Gubernur tahun 2016 sebagai dasar hukum dibentuknya Pelayanan Satu Atap TKI di Entikong dan Tanjung Pinang.

Saat ini, pelayanan Satu Atap TKI di Entikong dan Tanjung Pinang sedang dipersiapkan yakni merenovasi gedung, menyiapkan sarana dan prasarana lainnya serta sedang mempersiangkan sumber daya manusia. (*)

Kredit

Bagikan