Pak Guru Janjikan Kemewahan dan Bakal Dinikahi

user
tomi 08 Februari 2018, 13:46 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Kasus pembuangan bayi di Dukuh Kadiloyo Rt 05/Rw V Desa Wonosari, Gondangrejo, Selasa (06/02/2018) terkuak. Polisi akhirnya membongkar identitas orangtua kandungnya.

Ibunya adalah  gadis berusia 16 tahun, S yang menjalin hubungan terlarang dengan mantan guru sekolahnya, ESA (57).

BACA JUGA : 

Kejam! Bayi Baru Dilahirkan Langsung Dibuang

Bayi di Gondangrejo Hasil Hubungan Terlarang Guru dengan Murid

Di hadapan petugas, ESA mengakui menjalin asmara dengan ESA sejak Mei 2017. Hubungan keduanya tak diketahui keluarga. S yang berpakaian tertutup dan berhijab sukses menyembunyikan perutnya yang kian membuncit sampai waktu persalinan.

Usai lulus SMP, gadis ini tak melanjutkannya ke jenjang SMA. Ia memilih bekerja di rumah dengan menerima jahitan pakaian selama dua tahun terakhir. Berbagai modus dilancarkan pria dua anak ini untuk menggauli S. Mulai dari berkirim pesan mesra lewat ponsel hingga berdalih mengantar jemput sekolah keponakan korban yang masih TK.

Pria bangkotan ini membujuk korban dengan gelimang uang dan barang mewah agar mau ditiduri. Selain itu, korban dijanjikan bakal dinikahi. "Empat sampai lima kali gituan di hotel. Saya tahu dia hamil pada Agustus lalu. Tapi enggak tahu melahirkannya kemarin," kata ESA di hadapan pewarta di Mapolres Karanganyar.

Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wahyuning Hapsari mengatakan korban saat ini sedang masa pemulihan. Bayi yang dilahirkannya dirawat oleh bidan desa di poliklinik setempat.

“S melahirkan secara mandiri di kamar mandi Selasa kemarin pukul 13.00 WIB. Lalu bayinya diletakkan di tenggok bambu belakang rumah. Nah, ditemukan warga jelang magrib karena mendengar suara tangisan,” katanya.

Adapun barang bukti pakaian luar dan dalam korban serta sepeda motor pelaku. Kompol Dyah mengatakan pelaku pencabulan dijerat pasal 81 (2) UURI no 34 tahun 2014 tentang UURI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. (Lim)

Kredit

Bagikan