Bayi di Gondangrejo Hasil Hubungan Terlarang Guru dengan Murid

user
tomi 08 Februari 2018, 13:29 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Berawal dari temuan bayi laki-laki di Dukuh Kadiloyo Rt 05/Rw V Desa Wonosari, Gondangrejo, Selasa (06/02/2018) lalu, polisi akhirnya membongkar identitas orangtua kandungnya.

Ibunya seorang gadis berusia 16 tahun, S yang menjalin hubungan terlarang dengan mantan guru sekolahnya, ESA (57). Polisi menetapkan ESA menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kemudian ditangkap polisi ditempatnya mengajar pada Rabu (07/02/2018) atau sehari setelah penemuan bayi.

Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wahyuning Hapsari mengatakan korban saat ini sedang masa pemulihan. Bayi yang dilahirkannya dirawat oleh bidan desa di poliklinik setempat.

“S melahirkan secara mandiri di kamar mandi Selasa kemarin pukul 13.00 WIB. Lalu bayinya diletakkan di tenggok bambu belakang rumah. Nah, ditemukan warga jelang magrib karena mendengar suara tangisan,” katanya.

BACA JUGA : 

Kejam! Bayi Baru Dilahirkan Langsung Dibuang

Kompol Dyah menjelaskan barang bukti pakaian luar dan dalam korban serta sepeda motor pelaku. Kompol Dyah mengatakan pelaku pencabulan dijerat pasal 81 (2) UURI no 34 tahun 2014 tentang UURI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar

Sebagaimana diketahu ibayi laki-laki ditemukan di dalam tenggok bambu dalam kondisi menggigil kedinginan di rumah warga Dukuh Kadiloyo Rt 05/Rw V Desa Wonosari, Gondangrejo, Selasa (6/2/2018) pukul 18.00 WIB. Dilihat dari tali pusat yang masih menjuntai, bayi itu dilahirkan melalui persalinan secara mandiri.

“Semalem, saya dijemput warga desa untuk melihat temuan bayi. Saat itu, bayi tak berhenti menangis. Kulitnya biru-biru tanda kedinginan. Tanpa baju. Kondisinya menunjukkan habis dilahirkan. Ada bercak darah segar. Plasenta masih belum dipotong dan tubuhnya belum dibersihkan, ” ujar Bidan Desa Wonosari, Sri Sayekti kepada wartawan di kliniknya, Rabu (7/2/2018).

Bayi tersebut ditemukan pemilik rumah, Sutarni (50) saat dirinya sedang mencari ayamnya yang lepas. Ia sempat ketakutan mendengar suara bayi menjelang malam bersamar rintik hujan.

Setelah memberanikan diri, ia menelusuri sumber suara itu. Ternyata, ada bayi di sebuah tenggok berpenutup kukusan miliknya di teras belakang rumah. Ia pun mengadukan hal itu ke anggota keluarga lain hingga akhirnya bidan desa diminta mengurusnya.  (Lim)

Kredit

Bagikan