BIN Dianggap Bikin Kegaduhan Baru, Apa Sebabnya?

user
danar 22 November 2018, 13:51 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Intelijen Negara (BIN) tengah menjadi sasaran kritik publik. Hal itu dikarenakan, mereka mengungkap ada 41 masjid dan sekitar 50 ustad yang terpapar radikal.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, BIN telah bekerja di luar kewenangannya. Seharusnya, lembaga intelijen itu bekerja secara senyap, bukan berkoar-koar mengumbar informasi ke ranah publik.

“BIN itu kan bekerja di bawah permukaan, bukan di bawah departemen informasi, bukan departemen penerangan. Kalau ada informasi intelijen disampaikan ke institusi terkait, bukan diumbar,” ujar Fadli dalam keterangannya, Kamis (22/11/2018).

Fadli menilai, informasi yang disampaikan BIN ini membuat sejumlah kecurigaan bahkan polemik muncul. Karena tidak jelas kriteria apa yang dimaksud radikal tersebut.

“Pengumuman-pengumuman seperti itu malah akan menimbulkan kecurigaan. Harus jelas apa kriteria-kriteria yang telah diterapkan sehingga bisa mengambil kesimpulan ada terpapar radikalisme,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR RI itu pun meminta BIN lebih transparan lagi terkait hal ini. Sehingga tidak ada pihak yang nantinya bisa terpojokkan atas data ini.

“Pengumuman seperti ini justru membuat kegaduhan baru. Karena kita tidak jelas kriterianya seperti apa. Jangan seolah-olah memojokan umat Islam, jangan umat Islam lagi yang jadi sasaran, harus jelas radikal itu apa,” tegas Fadli.(*)

Kredit

Bagikan