Afganistan Gelar Pemilu

user
ivan 30 September 2018, 02:43 WIB
untitled

AFGHANISTAN, KRJOGJA.com - Masa kampanye untuk pemilihan legislatif (pileg) di Afganistan akhirnya dimulai Jumat (28/09/2018) setelah tertunda selama tiga tahun. Sebelum akhirnya diputuskan agar masa kampanye tetap dilakukan, telah terjadi serangkaian kekerasan mematikan dan klaim soal adanya penipuan mewarnai perdebat soal apakah pileg ini akan dilanjutkan atau tidak.

Lebih dari 2.500 calon akan mengikuti pileg pada 20 Oktober. Pemilu ini dilakukan sebagai uji coba untuk pemilihan presiden tahun depan. Pemilu ini juga menjadi tonggak Afganistan jelang pertemuan PBB di Jenewa mendatang. Sebab, negara itu berada di bawah tekanan untuk menunjukkan kemajuan pada "proses demokrasi"-nya.

Namun persiapan pemungutan suara ini pun terus bergolak selama berbulan-bulan. Meski PBB telah memimpin agar penyelenggara Pemilu Afghanistan tetap berjalan sesuai rencana.

Pelaksanaan pemilu dan hasil perhitungan yang kredibel terancam gagal oleh inefisiensi birokrasi, dugaan penipuan skala industri, dan terkait masalah verifikasi biometrik pemilih. Komisi Pemilu Independen Afganistan bersikeras bahwa pemilu akan terus dilanjutkan baik memakai mesin biometrik ataupun tidak.

Mesin ini dibutuhkan untuk untuk mencegah orang dari kelompok oposisi melakukan pemungutan suara lebih dari satu kali. Pejabat menyebut bahwa saat ini baru 4.400 mesin pengenal biometrik yang dikirimkan ke Afghanistan. Padahal terdapat total 22.000 mesin buatan Jerman yang dipesan. (*)

Kredit

Bagikan