Warga Pesisir Pantai Waspadai gelombang tinggi

user
tomi 05 September 2018, 20:12 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Warga pesisir pantai dan nelayan diminta waspada gelombang tinggi antara 2,5 meter dan empat meter.

Menurut prakiraan BMKG yang disampaikan di Jakarta, Selasa (4/9 2018) gelombang tinggi berpeluang terjadi di Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Barat Bengkulu Hingga Lampung, Samudera Hindia Selatan Banten.

Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati menjelaskan berdasarkan pengamatan BMKG, gelombang dengan tinggi 1,25 sampai 2,5 meter atau kategori waspada dan bahkan berpeluang mencapai 2,5 sampai empat atau kategori berbahaya berpotensi terjadi selama September sampai Desember.

Pada September gelombang dengan tinggi 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian tengah, Laut Arafuru, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar; sementara Samudra Hindia barat Sumatra, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) berpeluang menghadapi gelombang setinggi 2,5 sampai empat meter.

"Untuk Oktober, masyarakat pesisir dan nelayan di sekitar Laut Natuna utara, Pesisir Bengkulu, Laut Jawa bagian tengah, Laut Arafuru, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar harap mewaspadai gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter," jelas Dwikorita Karnawati.

Sedangkan gelombang setinggi 2,5 sampai empat meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia barat Sumatera, perairan selatan Jawa hingga Sumba, Samudra Hindia selatan Jawa dan NTT.

Pada November, gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Sumatera, perairan selatan Jawa - Sumba, serta perairan Kepulauan Sermata- Kepulauan Tanimbar; dan gelombang dengan tinggi 2,5 sampai empat meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa-Bali.

Selanjutnya gelombang setinggi 1,25- 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan barat Sumatera, perairan selatan Jawa, NTT, Laut Arafuru, Perairan utara Papua; dan gelombang dalam kategori berbahaya berpeluang terjadi di wilayah Laut Natuna Utara pada Desember.(ati)

Kredit

Bagikan