Nilai Pembiayaan Sukuk Negara Tembus Rp 22,53 T

user
tomi 23 Juli 2018, 16:26 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan  pada tahun anggaran 2018, nilai pembiayaan proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk Negara) meningkat menjadi Rp 22,53 triliun, yang terdiri dari 587 proyek yang tersebar di 34 provinsi pada tujuh Kementrian atau Lembaga Tinggi Negara.

Diantaranya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama dan Kementerian PUPR, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Badan Standardisasi Nasional.

"Diharapkan dengan kegiatan Dialog Kinerja Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN Tahun Anggaran 2018 di Solo ini dapat  meningkatkan koordinasi terkait kebijakan pembiayaan proyek SBSN, serta dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek SBSN, dan merumuskan alternatif solusi untuk mendorong kinerja pelaksanaan proyek SBSN oleh Kementrian/Lembaga. " ujar  Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman saat berlangsung Dialog Kinerja Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN Tahun Anggaran (TA) 2018 di Hotel Alila, Solo, Senin (23/7/2018).

Tujuan dari penyelenggaraan forum Dialog Kinerja, menurut Dirjen adalah dalam rangka meningkatkan koordinasi terkait kebijakan pembiayaan proyek SBSN, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek SBSN, dan merumuskan alternatif solusi untuk mendorong kinerja pelaksanaan proyek SBSN oleh K/L.

"Melalui forum ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek infrastruktur melalui SBSN dan sebagai sarana knowledge sharing terkait kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan proyek selama ini dan problem solving atas kendala-kendala tersebut. Dengan demikian diharapkan akan terjadi dialog yang menghasilkan solusi untuk dapat mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan dan penyelesaian proyek, sehingga realisasi penyerapan anggaran dan realisasi fisik seluruh proyek SBSN pada akhir tahun 2018 dapat optimal. "ujar Dirjen.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman sempat merinci sejumlah proyek infrastruktur yang dibiayai menggunakan sukuk negara diantaranya 15 proyek infrastruktur perkeretaapian pada Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dengan nilai Rp7,00 Triliun,101 proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada Direktorat Jenderal Bina Marga pada Kemen PU-PR dengan nilai pembiayaan Rp7,50 triliun.

Selain itu 144 proyek infrastruktur pengendalian banjir dan lahar, pengelolaan bendungan dan embung, serta pengelolaan drainase utama perkotaan pada Ditjen Sumber Daya Air Kemen PU-PR dengan nilai pembiayaan Rp5,28 triliun. (Hwa)

Kredit

Bagikan