Menkes Imbau Calon Haji Cek Kesehatan Rutin

user
tomi 15 Juli 2018, 14:56 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Kesehatan  Nila Farid Moeloek, meminta masyarakat agar mempersiapkan diri ketika berniat untuk berangkat haji. Termasuk cek kesehatan secara rutin penting dilakukan jauh sebelum hari keberangkatan.

Tujuannya, kata Menkesagar kondisi kesehatan terjaga. Terlebih kondisi jemaah haji Indonesia sebagian besar berisiko tinggi, karena kategori lanjut usia atau menderita suatu penyakit, seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan lain-lain.

BACA JUGA :

60 Persen Calon Jamaah Haji Sukoharjo Masuk Kategori Risti

Daftar Antrean Haji di DIY Hingga 20 Tahun

“Artinya supaya pada waktu berangkat, keadaan kesehatan kita baik karena memang dijaga. Kalau ada penyakit yang ditemukan dan bisa diobati, kita tangani. Misalnya bagi penderita Hipertensi, itu kan bisa ditangani dengan (rutin minum) obat, nah kita minta obat ini jangan dibawa. Hal-hal seperti ini perlu diingatkan, karena seringkali obatnya ketinggalan atau ditinggal”, tutur Menkes Nila Moeloek, kepada sejumlah media usai meresmikan Gedung Pelayanan Terpadu, Gedung Instalasi Bedah Sentral, Instalasi Rawat Intensif (ICU) serta Landscape RS. Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta.

Menkes menjelaskan selain melakukan pencegahan dini jauh sebelum keberangkatan, kementerian juga mengirimkan tim preventif promotif yang akan senantiasa mengingatkan jamaah tentang kesehatannya. “Terutama bagaimana untuk menghadapi agar tidak heatstroke, karena kan (suhu) udara di sana kan tinggi, sekitar 50 derajat Celsius”, ujarnya.

Kemenkes juga mengirimkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang akan menindaklanjuti bila terjadi kegawatdaruratan. Selain itu, di Arab Saudi ada fasilitas pelayanan kesehatan, yang dinamakan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ada di Jeddah, Mekkah dan Madinah.

Selain itu, dikarenakan beratnya tantangan di sana, Kemenkes tidak hanya mengirimkan tenaga kesehatan dari Indonesia saja, tetapi juga mempekerjakan tenaga kesehatan musiman di Arab Saudi, terutama untuk Wukuf.

“Contohnya, nanti pada saat wukuf. Semua jamaah haji kan harus wukuf di Arafah. Kalau yang tergeletak di RS kan harus tetap membawa mereka ke Arafah. Kita bawa (jamaah sakit) naik bus, diposisikan satu-satu dibawa ke Arafah, lalu kembali ke RS, itu namanya Safari Wukuf”, imbuh Menkes. (Ati)

Kredit

Bagikan