BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian TKI

user
agus 17 Januari 2018, 10:39 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Sejak diresmikannya Permenaker No.7 Tahun 2017  tentang Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia (TKI), BPJS Ketenagakerjaan terus menunjukkan tanggungjawabnya sebagai satu-satunya penyelenggara perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi TKI yang saat ini disebut sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Salah satu bentuk jalannya tanggungjawab tersebut, BPJS Ketenagakerjaan melakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKm) senilai Rp24 Juta kepada Ujer yang merupakan ahli waris peserta atas nama Roaini (Alm) di Kantor Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jakarta, Selasa (16/1/2018)

"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berita duka ini, semoga santunan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif saat menyerahkan santunan bersama Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Achmad Hafiz, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Ceger  Dani Santoso, Kasubdit KTKLN BNP2TKI mewakili Direktur P2P BNP2TKI, dan Kasubag TU BP3TKI selaku PLH Ka BP3TKI Jakarta.

Dengan penyerahan ini, menuryt Krishna, BPJS Ketenagakerjaan juga membuktikan selalu siap untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pekerja, baik PMI dan pekerja lainnya untuk mendapatkan hak yang seharusnya mereka terima sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Untuk kasus JKm atau meninggal bukan karena kecelakaan kerja, imbuhnya, ahli waris PMI berhak mendapatkan santunan senilai Rp24 Juta.

Jika peserta meninggal karena kecelakaan kerja, maka ahli waris PMI berhak menerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp85 juta ditambah beasiswa untuk satu anak sampai lulus kuliah. Pada kesempatan ini dilakukan dialog antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) tentang pelaksanaan manfaat program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi PMI yang telah dilaksanakan sejak agustus 2017.

Dialog ini bertujuan untuk mendapatkan masukan-masukan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi kedepannya. “Kami berharap dengan upaya kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pekerja dapat membangun kepercayaan yang lebih baik kepada BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada mereka,” pungkas Krishna. (Ful)

Kredit

Bagikan