Menkes minta KPU Tinjau Ulang Sistem Kerja KPPS

user
tomi 24 April 2019, 10:24 WIB
untitled

BALI, KRJOGJA.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) meninjau ulang sistem kerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara  (KPPS)  yang berlangsung selama 24 jam.

Demikian disampaikan Menkes Nila F Moeloek menjawab pertanyaan wartawan di Bali,Selasa (23/4 2019) malam usai mengunjungi Pabrik  Rapid Test Kimia Farma.

Karena itu Menkes ,minta faskes melayani  pemeriksaan ke petugas KPPS. "Kami sangat menyayangkan sistem kerja KPPS yang  24 jam kerjanya,sehingga  menyebabkan sejumlah petugas KPPS meninggal dunia karena kecapean.,"

Menkes juga meminta KPU meninjau ulang sistem kerja KPPS ini ,tegasnya.

Sebelumnya menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan anggaran santunan untuk anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal akan cair. Anggarannya sudah disiapkan pemerintah.

Sri Mulyani mengatakan sudah mengecek mekanisme anggaran terkait santunan yang diusulkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut. Sri menuturkan Kemenkeu kemungkinan akan menggunakan anggaran khusus.

Pasalnya petugas KPPS yang meninggal dan sakit itu tak bisa mendapat uang pengganti, karena para petugas merupakan pekerja honorer yang tidak terkover oleh asuransi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

"Mengenai usulan untuk mendapatkan tunjangan, saya sudah mengecek dan kemungkinan kita akan bisa mengakomodasi melalui standar biaya yang tidak biasa di dalam konteks ini," ujar Sri Mulyani usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Terkait besarannya, pihaknya masih belum menentukan. Namun akan diputuskan seseuai peraturan Undang-undang yang berlaku. "Nanti kita akan lihat berapa kebutuhan dan bagaimana kita memutuskan sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tandasnya.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengusulkan memberikan santunan sebesar Rp 30 juta kepada keluarga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pada Pemilu 2019.

Arief mengatakan, usulan tersebut akan disampaikan langsung kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Ia menuturkan, telah mengusulkan memberikan uang santunan sebesar Rp 30 hingga 36 juta bagi keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia. Sedangkan, untuk petugas yang mengalami luka akan diberikan santunan maksimal Rp 16 juta.(ati)




Kredit

Bagikan